Senin 25 Oct 2021 15:26 WIB

DIY Kejar Target Selesaikan Vaksinasi Akhir Oktober

Saat ini stok vaksin di gudang farmasi Dinkes DIY masih banyak.

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Andi Nur Aminah
Wakil Gubernur DIY Paku Alam X (tengah) menyapa peserta vaksinasi di Grab Vaccine Centre, Sleman, DI Yogyakarta (ilustrasi)
Foto: ANTARA/Hendra Nurdiyansyah
Wakil Gubernur DIY Paku Alam X (tengah) menyapa peserta vaksinasi di Grab Vaccine Centre, Sleman, DI Yogyakarta (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Pemerintah Daerah (Pemda) DIY menyebut, stok vaksin yang ada di gudang farmasi Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY masih cukup banyak. Target penyelesaian vaksinasi pun diupayakan untuk selesai di akhir Oktober 2021 ini.

Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X mengatakan, pihaknya mengejar penyelesaian vaksin terutama untuk suntikan dosis kedua dan vaksinasi lansia. Pasalnya, masih banyak stok vaksin yang harus segera didistribusikan, khususnya vaksin AstraZeneca.

Baca Juga

"Kami sudah melakukan koordinasi secara internal untuk lebih meningkatkan upaya vaksinasi sampai akhir Oktober ini," kata Paku Alam X dalam Rapat Evaluasi PPKM Jawa-Bali dengan pemerintah pusat, Ahad (24/10) malam.

Berdasarkan data terbaru dari Satgas Penanganan Covid-19 DIY, vaksinasi untuk dosis pertama sudah mencapai 91,46 persen. Sehingga, masih ada 8,44 persen warga yang belum divaksin untuk dosis pertama. "Jumlah sasaran vaksinasi Covid-19 di DIY sebesar 2.879.699 orang," kata Kepala Bagian Biro Umum Humas dan Protokol Setda DIY, Ditya Nanaryo Aji.

 

Ditya menyebut, capaian vaksinasi tertinggi dilaporkan di Kota Yogyakarta yang sudah di atas 100 persen. Disusul Kabupaten Sleman dengan capaian vaksinasi yang mencapai 84,95 persen.

Sementara itu, Kabupaten Kulon Progo mencatatkan capaian vaksinasi sebesar 83,40 persen. Capaian vaksinasi di Kabupaten Bantul baru di angka 76,05 persen. "Capaian vaksinasi paling rendah di DIY dilaporkan di Kabupaten Gunungkidul dengan angka 73,03 persen," ujar Ditya.

Walaupun capaian vaksinasi di Kota Yogyakarta sudah tercatat lebih dari 100 persen, hingga saat ini layanan vaksinasi masih terus berjalan baik di fasilitas pelayanan kesehatan maupun sentra-sentra vaksinasi. Bahkan, Pemerintah Kota (Pemkot) juga menerapkan skrining acak terhadap pengunjung atau wisatawan yang masuk ke kawasan Malioboro. Skrining acak ini dilakukan dengan memeriksa sertifikat vaksin Covid-19.

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan, pihaknya juga menyediakan layanan vaksinasi dengan mendirikan posko menggunakan mobil vaksin yang sudah disiapkan di kawasan Malioboro. Hal ini sebagai upaya untuk terus menuntaskan vaksinasi di Kota Yogyakarta.

Sebab, masih ada beberapa yang belum divaksin, meskipun capaian vaksinasi di Kota Yogyakarta sendiri sudah dapat dikatakan tuntas bagi mereka yang layak vaksin. Mereka yang belum divaksinasi dikarenakan tidak masuk kriteria seperti penyintas Covid-19 dan memiliki komorbid.

"Kami ingin Kota Yogya menjadi pelopor untuk lebih cepat menyelesaikan (vaksinasi) Covid-19," kata Heroe yang juga Ketua Harian Satgas Covid-19 Kota Yogyakarta tersebut.

Sehingga, wisatawan yang belum divaksin akan diarahkan ke posko vaksinasi yang sudah ditempatkan halaman parkir Hotel Mutiara. Pihaknya tidak membatasi siapa saja yang dapat divaksin.

"Para pengunjung cukup hanya menunjukan kartu tanda penduduk (KTP), dan vaksinasi ini tidak memandang KTP mana," ujar Heroe.

Kapasitas vaksinasi yang disediakan di posko tersebut mencapai 100 dosis per hari. Tidak hanya pengunjung Malioboro, sasaran vaksinasi juga diperuntukkan bagi pedagang.

 

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement