Senin 29 Nov 2021 10:56 WIB

Polresta Banyumas Gelar Vaksinasi Mobile dan Operasi Yustisi

Tim melaksanakan patroli kerumunan dan memberikan imbauan prokes.

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Fernan Rahadi
Vaksinasi keliling yang dinamakan vaksin presisi mobile (ilustrasi).
Foto: istimewa
Vaksinasi keliling yang dinamakan vaksin presisi mobile (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, PURWOKERTO -- Polresta Banyumas Polda Jawa Tengah melaksanakan kegiatan Operasi Yustisi, Ahad (28/11), dalam rangka Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2 Covid-19 di wilayah Kabupaten Banyumas. Operasi yustisi ini dilaksanakan untuk peningkatan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan.

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kabag Log AKP Yudhi Sarwani, Ipda Tri Yani Asmara, Ipda Muhammad Ali Imron, dengan diikuti oleh 19 personel gabungan fungsi Polresta Banyumas.

Kabag Ops Kompol Aldino Agus Anggoro menyampaikan, untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 serta agar mematuhi PPKM Level 2 di Kabupaten Banyumas, tim melaksanakan patroli kerumunan dan memberikan imbauan protokol kesehatan (prokes).

Rute operasi yaitu Satlantas Polresta Banyumas-Jalan Merdeka - Jalan Adyaksa - Jalan Piere Tandean - Jalan Perintis Kemerdekaan - Jalan Kongsen - Jalan S Parman - Jalan KH Wahid Hasim - Jalan S Parman - Jalan Perintis Kemerdekaan - Jalan Jend Sudirman - Jalan Merdeka  dan kembali ke Satlantas Polresta Banyumas.

 

Dalam operasi tersebut, petugas memberikan imbauan kepada karyawan, petugas parkir dan pengunjung toko swalayan di jalan-jalan tersebut agar tetap mematuhi aturan pemerintah terkait PPKM Level 2 Covid-19. Petugas juga melaksanakan vaksinasi (jenis Sinovac) dosis 1 kepada para pengunjung toko Swalayan Moro, Toko Shinta dan Toserba Berkah Jaya yang belum mengikuti vaksinasi.

"Ada 11 pengunjung yang kita berikan suntik vaksinasi jenis Sinovac dosis pertama. Hal tersebut sebagai bentuk pelayanan dari Polresta Banyumas kepada warga yang belum melakukan vaksinasi dengan cara jemput bola," ujar Kompol Aldino dalam rilis yang diterima Republika, Senin (29/11).

Menurutnya, ini merupakan bentuk dukungan program dari pemerintah dalam percepatan penanganan Covid-19, sehingga ekonomi dapat segara pulih dan tumbuh kembali.

"Yang kami harapkan, masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan dalam aktifitas sehari hari agar penyebaran Covid-19 dapat diputus," katanya.

Sementara itu Pemerintah Kabupaten Banyumas akan kembali menyiapkan GOR Satria Purwokerto sebagai tempat karantina bagi pemudik Natal dan Tahun Baru, sebagai antisipasi munculnya gelombang baru Covid-19 di masa liburan tersebut.

"Di sini nanti sama seperti dulu, kita siapkan GOR Satria. GOR itu bisa sampe 1500 (kapasitasnya)," ujar Bupati Banyumas Achmad Husein di Kantor Bupati, Purwokerto, Jumat (26/11).

Sebelumnya GOR Satria sempat digunakan untuk mengakarantina pemudik pada saat Lebaran tahun 2020 dan 2021.

Di sana terdapat tiga gedung yang dapat digunakan, dengan kapasitas 1500 orang. Namun, Bupati belum bisa menjelaskan mekanisme karantina yang akan dilaksanakan. Bupati mengatakan akan menaati peraturan Pemerintah Pusat mengenai aturan PPKM selama liburan Nataru.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement