Selasa 07 Dec 2021 15:34 WIB

Kepada Presiden, Warga Cerita Soal Erupsi Semeru

Kepada Presiden, warga meminta agar infrastruktur yang hancur bisa diperbaiki.

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Ratna Puspita
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau korban erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur, Selasa (7/12).
Foto: @jokowi
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau korban erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur, Selasa (7/12).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo meninjau posko pengungsian korban terdampak erupsi Gunung Semeru di Lapangan Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Lumajang, Selasa (7/12). Presiden Jokowi juga menyempatkan berdialog bersama sejumlah warga terdampak erupsi Gunung Semeru.

Kepada Jokowi, para warga tersebut bercerita tentang kejadian ketika erupsi terjadi dan bagaimana kondisi mereka saat ini. "Enggak sampai satu menit itu Pak, langsung gelap. Sebelumnya ada pemberitahuan memang, 25 getarannya katanya dari pusat pemantauan," ujar seorang warga seperti dikutip dalam siaran pers Biro Pers Sekretariat Presiden, Selasa (7/12).

Baca Juga

Seorang warga lainnya dari Dusun Kamar Kajang juga bercerita sebelum kejadian mereka telah mendapatkan peringatan dari pos pemantauan melalui telepon genggam mereka. Namun, ia tidak menyangka jika erupsi pada Sabtu (4/12) itu ternyata lebih besar dari yang mereka perkirakan.

"Ada pemberitahuan, di HP sudah ada. Cuma dikira kecil Pak, dikira banjir kecil. 25 getarannya kecil biasanya. Nanti ada susulan yang lebih besar biasanya. Kalau pos pantau selalu siaga,” kata dia.

 

"Paniknya itu cuma panik abu, abunya itu loh Pak, kan gelap. Posisi jam 3 sore itu kejadian abu vulkanik. Hujan abu dulu, gelap, disusul lahar dingin," timpal seorang warga lainnya.

Usai kejadian, para warga terdampak tersebut juga sempat mengecek rumah mereka masing-masing melalui jalur yang bisa dilewati. Seorang warga bercerita, erupsi Gunung Semeru telah menewaskan banyak ternak peliharaannya. 

Sementara warga lainnya bercerita bagaimana ia masih mencari beberapa keluarganya yang masih hilang. Kepada Presiden, warga meminta agar infrastruktur yang hancur bisa segera diperbaiki.

Presiden pun mengatakan akan segera membangun dan memperbaiki rumah-rumah warga terdampak berikut fasilitas publik lainnya seperti jembatan. "Nggih, rumahnya, jembatannya cepat kita mulai (diperbaiki)," ujar Jokowi.

"Ini Menteri PU sudah saya ajak. Ini baru mengecek semua, nanti segera dikerjakan," kata Jokowi melanjutkan.

Selain itu, Jokowi juga meninjau posko terpadu yang dilengkapi dengan dapur umum, posko layanan kesehatan, hingga posko penyembuhan trauma bagi anak di Lapangan Desa Sumberwuluh. 

Dalam keterangan persnya usai peninjauan, Jokowi mengatakan, ia hadir untuk memastikan penanganan bencana erupsi berjalan baik. Ia juga memastikan segenap kekuatan yang dimiliki pemerintah telah siaga di lapangan.

"Seluruh kekuatan yang kita miliki sudah berada di lapangan untuk pencarian korban yang masih ada, kemudian juga evakuasi, juga penanganan pengungsi di lapangan, dan juga ini kita lihat untuk rencana perbaikan infrastruktur yang rusak akibat letusan Gunung Semeru ini," ujarnya.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Senin, 6 Desember 2021, pukul 20.15 WIB, korban jiwa yang tercatat sementara antara lain luka-luka 56 orang, hilang 22 orang, dan meninggal dunia 22 orang. Rincian korban meninggal dunia teridentifikasi 14 orang di Kecamatan Pronojiwo, sedangkan 8 orang di Kecamatan Candipuro.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement