Rabu 05 Jan 2022 08:11 WIB

Pagi Ini, Gunung Semeru Dua Kali Erupsi

Semeru juga tercatat mengalami enam kali kali gempa guguran.

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Fernan Rahadi
Sejumlah anak bermain dan menikmati pemandangan senja terakhir di tahun 2021 di depan pengungsian letusan gunung Semeru di SDN Supiturang 4, Pronojiwo, Lumajang, Jawa Timur.
Foto: Antara/Ari Bowo Sucipto
Sejumlah anak bermain dan menikmati pemandangan senja terakhir di tahun 2021 di depan pengungsian letusan gunung Semeru di SDN Supiturang 4, Pronojiwo, Lumajang, Jawa Timur.

REPUBLIKA.CO.ID, LUMAJANG -- Gunung Api Semeru mengalami dua kali gempa letusan atau erupsi pada Rabu (5/1). Hal ini berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Semeru periode pukul 00.00 sampai 06.00 WIB.

Petugas Pos PGA Semeru, Yuda Prinardita Pura mengungkapkan, gunung berketinggian 3676 mdpl ini mengalami dua kali gempa letusan atau erupsi dengan amplitudo 20 sampai 26 milimeter (mm). "Gempa jenis ini berlangsung sekitar 85 sampai 170 detik," kata Yuda dalam laporan resminya, Rabu (5/1).

Selain itu, Gunung Semeru juga tercatat mengalami enam kali kali gempa guguran pada pagi ini. Amplitudo gempa ini sebesar dua sampai 12 mm dan lama gempanya 40 hingga 75 detik.

Selanjutnya, Yuda juga mengungkapkan, terjadi dua kali gempa harmonik di Gunung Semeru. Amplitudo gempa ini sekitar dua mm dan lama gempa 300 detik. Kemudian juga terjadi satu kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 26 mm, S-P 134 detik dan lama gempa 559 detik.

 

Di sisi lain, Yuda tak menampik, visual gunung dan asap dari kawah Gunung Semeru terlihat jelas dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Semeru selama beberapa hari terakhir. Hal ini sesuai dengan kondisi cerah yang terjadi di wilayah Kabupaten Lumajang, Rabu (5/1) periode pukul 00.00 hingga 06.00 WIB.

Menurut Yuda, gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut 0-I pada pagi ini. Bahkan, dia berhasil mengamati asap kawah utama berwarna putih dan kelabu. Intensitas asapnya sedang tinggi sekitar 600 meter dari puncak Gunung Semeru.

Saat ini tingkat akivitas Gunung Api Semeru masih pada level III atau siaga. Oleh karena itu, Yuda meminta warga tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer (km) dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan.

"Ini karena area dengan jarak tersebut berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak," ungkapnya.

Di samping itu, warga juga diminta tidak beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar). Kemudian mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru. Hal ini terutama di wilayah sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.

"Serta juga mewaspadai potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," kata dia menambahkan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement