Senin 10 Jan 2022 21:37 WIB

Skuter Listrik di Malioboro Dibatasi

Operasional skuter listrik khususnya di Malioboro dapat mengganggu pejalan kaki.

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Muhammad Fakhruddin
Wisatawan menunggu menyewa skuter listrik di kawasan Tugu Pal Putih, Yogyakarta, Senin (13/12). Bisnis penyewaan skuter listrik atau otoped listrik mulai marak di Yogyakarta. Dengan tarif Rp 35 ribu per jam wisatawan bisa menyewa dengan jaminan kartu identitas. Biasanya penyewa menyewa untuk berkeliling melalui Malioboro hingga Titik Nol Yogyakarta.
Foto: Wihdan Hidayat / Republika
Wisatawan menunggu menyewa skuter listrik di kawasan Tugu Pal Putih, Yogyakarta, Senin (13/12). Bisnis penyewaan skuter listrik atau otoped listrik mulai marak di Yogyakarta. Dengan tarif Rp 35 ribu per jam wisatawan bisa menyewa dengan jaminan kartu identitas. Biasanya penyewa menyewa untuk berkeliling melalui Malioboro hingga Titik Nol Yogyakarta.

REPUBLIKA.CO.ID,YOGYAKARTA -- Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta akan membatasi jasa penyewaan skuter listrik terutama di kawasan Malioboro. Pembatasan dilakukan mengingat operasional skuter listrik ini mengganggu pejalan kaki.

"Supaya skuter listrik yang ada di Malioboro itu tidak menjadi mengganggu, mengganggu bagi kendaraan umum maupun mengganggu bagi pedestrian. Oleh karena itu perlu ada pembatasan," kata Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi di MTSN 1 Yogyakarta, Senin (10/1).

Baca Juga

Saat ini, pihaknya tengah mengatur terkait kebijakan pembatasan operasional skuter listrik ini. Jika tidak dilakukan pembatasan, kata Heroe, operasional skuter listrik ini akan semakin mengganggu karena banyak digunakan di pedestrian.

"Supaya tidak terlalu banyak persoalan di kemudian hari," jelas Heroe.

Hal ini dilihat dari tingginya antusiasme masyarakat yang menyewa skuter listrik. Sementara, operasional skuter listrik khususnya di Malioboro dapat mengganggu pejalan kaki menikmati Jantung Kota Yogyakarta tersebut.

"Kalau kita tidak atur sejak awal, nanti malah mengganggu (pejalan kaki) menikmati Malioboro karena dia (operasional skuter listrik ini) hadir di pedestrian," ujar Heroe.

Pihaknya juga melakukan koordinasi dengan petugas kepolisian untuk mengawasi operasional skuter listrik ini. Dengan begitu, skuter listrik diharapkan tidak beroperasi di jalan-jalan umum.

"Makanya sekarang sedang kita siapkan rutenya dan segala macam," katanya.

Selain itu, juga dilakukan pendataan jasa penyewaan skuter listrik. Selama pendataan, operasional skuter listrik ini disetop di kawasan Malioboro.

"Pak Wali Kota membuat keputusan untuk sementara setop dulu, didata dulu semua untuk penataan," tambah Heroe.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement