Rabu 12 Jan 2022 17:52 WIB

Hari Ini, Jembatan Terusan Bojonegoro-Tuban Diresmikan

Jembatan yang membentang di atas Bengawan Solo itu dibangun sejak April 2021.

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Yusuf Assidiq
Potret Jembatan Terusan Bojonegoro-Tuban (TBT).
Foto: Wilda Fizriyani
Potret Jembatan Terusan Bojonegoro-Tuban (TBT).

REPUBLIKA.CO.ID, BOJONEGORO -- Jembatan Terusan Bojonegoro-Tuban (TBT) resmi bisa dilalui oleh masyarakat sekitar mulai Rabu (12/1). Jembatan yang menghubungkan Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro dengan Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban ini diresmikan langsung oleh Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa.

Khofifah berharap, Jembatan TBT bisa menjadi sarana akses dan konektivitas antara wilayah Bojonegoro dan Tuban. Kemudian bisa ikut memberikan pengaruh untuk sektor ekonomi dan interaksi sosial.  "Selain itu, juga dalam rangka membuka kawasan baru dan mempermudah akses masyarakat untuk keluar masuk antardaerah," kata perempuan berhijab ini.

Seperti diketahui, masyarakat setempat semula melakukan jual-beli di Pasar Rengel maupun Pasar Kanor menggunakan perahu. Hal ini karena mereka selama ini harus melintasi Bengawan Solo. Dengan adanya Jembatan TBT, masyarakat setempat bisa menyebrang dengan cara lebih mudah, aman, dan nyaman.

Pada kesempatan sama, Khofifah juga menyampaikan apresiasi sinergitas yang dilakukan oleh Bupati Bojonegoro dan Bupati Tuban. Kedua pimpinan sudah melakukan inisiasi dalam rangka pembangunan Jembatan TBT.

Hal terpenting, dia berharap, keberadaan jembatan tidak hanya untuk menyiapkan koneksitas dan ekonomi tapi juga perlindungan dan keselamatan masyarakat. Sebelumnya, telah terjadi kecelakaan perahu di sekitar pembangunan Jembatan TBT.

Kecelakaan ini menyebabkan sejumlah orang meninggal dan tenggelam di Bengawan Solo. Sebab itu, Khofifah sangat berharap perlindungan masyarakat bisa lebih ditingkatkan.  "Kemudian juga diharapkan meluasnya akses Bojonegoro-Tuban yang secara resiprokal (saling berbalasan) lembaga pendidikan dan sektor UMKM juga akan semakin luas di sekitar terusan Bojonegoro dan Tuban," ungkap dia.

Sebagai informasi, jembatan yang membentang di atas Sungai Bengawan Solo tersebut dibangun sejak April 2021. Jembatan ini memiliki panjang 210 meter dengan lebar jalur kendaraan sebesar tujuh meter. Kemudian juga tersedia trotoar dengan ukuran sekitar 2 x 1 meter.

Bupati Bojonegoro, Anna Mu'awanah mengatakan, keberadaan Jembatan TBT akan menambah moda akses ekonomi, sosial, dan kekeluargaan. Bahkan, juga dapat meningkatkan sinergitas antarkedua kabupaten. Apalagi, pihaknya juga telah melakukan perluasan akses ke arah Blora, Jawa Tengah (Jateng) pada 2020.

Sementara itu, Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky menambahkan, pihaknya akan menggelontorkan dana sebesar Rp 3,4 miliar pada tahun ini. Besaran itu bertujuan untuk perluasan jalan di sekitar Jembatan TBT.

Lebih lanjut, Aditya berencana akan memperluas jembatan sepanjang 1,8 kilometer (km) dengan lebar enam meter. Ia sangat berharap masyarakat Tuban-Bojonegoro bisa memberikan restu untuk rencana tersebut.

Sebab, ia meyakini pembangunan ini tidak hanya meningkatkan ekonomi. "Namun yang rutin setiap tahun kita alami ialah masalah banjir, yang adalah luapan air sehingga menimbulkan banyak korban berjatuhan," kata dia.

Peresmian Jembatan JBT mendapatkan respons baik dari masyarakat setempat. Pedagang sayur asal Kabupaten Bojonegoro, Siti (45) mengaku tidak perlu lagi bersusah payah menyeberangi Bengawan Solo untuk mengambil barang dagangannya di Kabupaten Tuban. Kini Siti bisa lebih menghemat waktu dan tak lagi khawatir terkena bahaya saat menyebrangi sungai.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement