Selasa 15 Feb 2022 16:51 WIB

Tren Kasus Harian Covid-19 Jatim Mulai Turun

Hanya ada satu daerah berstatus zona oranye Covid-19 yakni Kota Malang.

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Fernan Rahadi
Virus Covid-19 (ilustrasi)
Foto: www.pixabay.com
Virus Covid-19 (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Jawa Timur mulai mengalami penurunan. Catatan kasus harian tertinggi terjadi pada Sabtu, 12 Februari 2022 dengan tambahan 5.880 kasus. Kemudian menurun di hari berikutnya dengan tambahan 5.377 kasus. Pada Senin, 14 Februari 2022 tambahan kasus harian Covid-19 Jatim kembali menurun menjadi 3.885 kasus.

Secara kumulatif, jumlah kasus Covid-19 di Jatim hingga saat ini tercatat ada 444.683 kasus. Dari jumlah tersebut, 395.762 pasien dinyatakan sembuh dan ada 29.860 pasien dinyatakan meninggal dunia. Sehingga, kasus aktif di Jatim saat ini berjumlah 19.061 kasus.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menekankan penguatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro untuk terus menekan laju penularan Covid-19 di wilayah setempat. Khofifah berpendapat, PPKM mikro menjadi bagian penting dalam mengantisipasi lonjakan kasus, dimana filterasi harus dilakukan dari lini terbawah. 

Khofifah melanjutkan, saat meledaknya kasus Covid-19 varian Delta, PPKM mikro terbukti mampu meminimalisir penyebaran kasus. Maka dari itu pihaknya akan menguatkan lagi penerapan PPKM mikro dengan melibatkan sebanyak mungkin relawan di seluruh kabupaten/ kota di Jatim.

"Semoga ikhtiar kita ini segera memperlihatkan hasil yang baik," kata Khofifah.

Jika dilihat berdasarkan sebaran zonasi Covid-19 di Jawa Timur, dari 38 daerah, hanya ada satu daerah berstatus zona oranye Covid-19 yakni Kota Malang. Sedangkan 37 daerah sisanya menyandang status zona kuning Covid-19.

Khofifah menambahkan, Pemprov Jatim bersama Pemkab/ Pemkot tengah melakukan penguatan tempat isolasi terpusat (isoter) untuk pasien Covid-19 tanpa gejala atau gejala ringan. Reaktivasi isoter di Jatim, kata dia, merupakan bagian dari ikhtiar dalam kesiapsiagaan menghadapi lonjakan kasus positif Covid-19 varian apa saja.

"Jadi masyarakat tanpa gejala atau gejala ringan bisa berobat ke sini. Biarkan rumah sakit-rumah sakit fokus pada penanganan gejala sedang ke berat," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement