Kamis 03 Mar 2022 19:46 WIB

32 Mahasiswa Dinyatakan Sembuh, Kegiatan Kampus STT Berea Belum Normal

Perkuliahan mahasiswa untuk sementara masih dilaksanakan secara daring.

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Muhammad Fakhruddin
32 Mahasiswa Dinyatakan Sembuh, Kegiatan Kampus STT Berea Belum Normal (ilustrasi).
Foto: www.freepik.com
32 Mahasiswa Dinyatakan Sembuh, Kegiatan Kampus STT Berea Belum Normal (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID,SALATIGA -- Proses isolasi mandiri (isoman) seluruh mahasiswa Sekolah Tinggi Teologi (STT) Berea di lingkungan Sidorejo Lor, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, Jawa Tengah telah berakhir.

Sebanyak 32 mahasiswa --yang sebelumnya dinyatakan positif terpapar Covid-19 dan harus menjalani isolasi di lingkungan asrama kampus—hari ini telah dinyatakan sembuh berdasarkan hasil tes negatif.

Baca Juga

“Setelah menjalani isolasi, hasil rapid tes swab PCR semua mahasiswa menunjukkan hasil negatif,” ungkap Kepala STT Berea Salatiga, Endah Christina, yang dikonfirmasi di Kota Salatiga, Kamis (3/3/2022).

Sebelumnya, jelas Endah ada 32 orang mahasiswa STT Berea yang menjalani isolasi mandiri di asrama kampus, setelah dinyatakan positif terinfeksi Covid-19 dan sebagian di antaranya bergejala.

 

Proses treatmen kemudian dilakukan terhadap puluhan mahasiswa yang terkonfirmasi positif tersebut melalui koordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Salatiga dan tim Puskesmas Sidorejo Lor.

“Hari ini semuanya sudah dinyatakan sembuh dan tidak ada lagi mahasiswa yang menjalani isolasi mandiri di asrama kampus,” tambahnya.

Kendati begitu, lanjut Endah, untuk kegiatan di kampus STT Berea saat ini belum dapat berjalan normal, karena untuk kegiatan perkuliahan mahasiswa untuk sementara masih dilaksanakan secara daring.

Ia menyebut di masa transisi –pada pekan ini-- tidak ada perkuliahan tatap muka atau on site dan kembali dilakukan sterilisasi kampus dengan disinfektan. “Semoga untuk minggu depan kami sudah bisa melaksanakan perkuliaahan on site,” lanjutnya.

Masih terkait dengan Covid-19, Kota Salatiga masih berstatus daerah Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, sesuai dengan Inmendagri Nomor 13 Tahun 2022.

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Salatiga, Riani Isyana Pramasanthi mengungkapkan sampai saat ini, di rumah sakitnya masih ada 26 orang pasien Covid-19 yang menjalani perawatan.

Jumlah pasien yang dirawat ini relatif sudah berkurang jika dibandingkan dengan pekan kemarin. “Sehingga untuk Bed Occupancy Rate (BOR) di RSUD Kota Salatiga kini pada posisi 59 persen,” jelasnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement