Senin 07 Mar 2022 12:01 WIB

Curah Hujan Tinggi Jadi Penyebab Naiknya Cabai Rawit

Kenaikan harga disebabkan karena curah hujan tinggi.

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Muhammad Fakhruddin
Curah Hujan Tinggi Jadi Penyebab Naiknya Cabai Rawit (ilustrasi).
Foto: Antara/Aloysius Jarot Nugroho
Curah Hujan Tinggi Jadi Penyebab Naiknya Cabai Rawit (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID,SURABAYA -- Harga cabai rawit di sejumlah pasar tradisional di Surabaya mengalami kenaikan. Pada awal Januari 2022 harga komoditas ini berada di kisaran Rp55.000 per kilogram. Saat ini harganya berkisar antara Rp60.000 hingga Rp65.000 per kilogram. 

Di Pasar Genteng contohnya, harga cabai rawit mencapai Rp65.000 per kilogram. Kemudian di Pasar Keputran harganya Rp 60.000 per kilogram, Pasar Pucanganom Rp 60.000 per kilogram, Pasar Tambahrejo Rp 60.000 per kilogram, dan Pasar Wonokromo Rp 60.000 per kilogram.

Baca Juga

Berdasarkan Sistem Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Pemprov Jawa Timur, harga rata-rata cabai rawit adalah Rp58.914 per kilogram. Harga tertinggi di Kota Kediri Rp69.333 per kilogram dan harga terendah di Kabupaten Lumajang Rp40.333 per kilogram.

"Kenaikan harga disebabkan karena curah hujan tinggi, sehingga bunga rontok juga kualitas rendah yang mengakibatkan produktivitas menurun," ujar Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim Hadi Sulistyo, Senin (7/3).

Hadi mengatakan, ketersediaan cabai rawit mulai Desember 2021 hingga Februari 2022 berdasarkan prognosa sebenarnya selalu surplus. Pada Desember 2021 jumlah produksi mencapai 50.899 ton dengan konsumsi hanya 5.531 ton. Artinya surplus mencapai 45.368 ton.

Kemudian Januari 2022 jumlah produksi mencapai 24.273 ton dengan konsumsi hanya 6.091 ton, atau surplus 18.182 ton. Kemudian produksi Februari 2022 sekitar 25.891 ton dengan jumlah konsumsi 6.091 ton, atau surplus 19.800 ton.

Hadi melanjutkan, begitupun untuk ketersediaan cabai merah mulai Desember 2021 hingga Februrai 2022 yanh juga selalu surplus. Pada Desember 2021 jumlah produksi mencapai 13.305 ton dengan konsumsi hanya 5.205 ton, atau surplus 8.100 ton.

Kemudian Januari 2022 jumlah produksi mencapai 9.606 ton dengan konsumsi hanya 5.693 ton, atau surplus 3.913 ton. Selanjutnya produksi Februari 2022 mencapai 11.707 ton dengan jumlah konsumsi 5.693 ton yakni surplus 6.014 ton.

Pada akhir Maret, lanjut Hadi, diperkirakan panen raya cabai rawit di Kabupaten Kediri, Blitar, Tuban, Lamongan, dan Banyuwangi seluas kurang lebih 12.000 hektar. Hasil panen diperkirakannya dapat memenuhi kebutuhan saat Ramadan.

"Pada akhir April diperkirakan panen cabai rawit di Kabupaten Malang seluas 1.600 hektar untuk memenuhi kenutuhan Hari Raya Idul Fitri," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement