Jumat 11 Mar 2022 14:55 WIB

Shaf Sholat Jumat Belum Dirapatkan

Tanda yang ditempel di lantai masjid memiliki jarak sekitar satu meter.

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Muhammad Fakhruddin
Shaf Sholat Jumat Belum Dirapatkan (ilustrasi).
Foto: Republika/Thoudy Badai
Shaf Sholat Jumat Belum Dirapatkan (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID,SURABAYA -- Lantunan bacaan Surat Yaasin yang berkumandang dari pengeras suara Masjid Al-Ma'la, Jambangan, Surabaya, menjadi penanda akan segera dilangsungkannya berjamaah Shalat Jumat. Jamaah pun satu per satu mulai berdatangan dan mengambil air wudlu, di tempat yang telah disediakan.

Sekira 30 menit sebelum waktu Shalat Jumat tiba, beberapa shaf terlihat telah diisi jamaah. Mereka secara tertib mengisi shaf sesuai tanda yang disediakan pengurus masjid. Ada dari mereka yang menunaikan shalat sunnah. Ada juga yang sekedar melaksanakan wiridan, sambil menunggu waktu Shalat Jumat tiba.

Baca Juga

Tanda yang ditempel di lantai masjid memiliki jarak sekitar satu meter. Artinya, jamaah yang khendak mengikuti Shalat Jumat di masjid tersebut, masih harus menjaga jarak sekitar satu meter. Menjelang digelarnya berjamaah Shalat Jumat, pengurus menyampaikan beberapa pengumuman.

Di antaranya peringatan kepada setiap jamaah untuk selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan. Yakni dengan menjaga jarak dan mengenakan masker. "Kami ingatkan kepada jamaah untuk menerapkan protokol kesehatan dengan menjaga jarak dan mengenakan masker," ujar pengurus Masjid Al-Ma'la, Jumat (11/3).

Jamaah yang hadir pun terpantau masih disiplin menjalankan peringatan dari pengurus masjid tersebut. Utamanya terkait penggunaan masker dan jaga jarak. Jamaah pun masih enggan bersalaman dengan jamaah lainnya, seperti apa yang biasa dilakukan sebelum masa pandemi Covid-19.

Perbedaan hanya terdapat pada waktu penyampaian Khutbah Jumat, dan pemilihan bacaan surat Al-Quran dalam setiap rakaat Shalat Jumat. Dimana durasi penyampaian Khutbah Jumat sudah lebih panjang dibanding saat pandemi Covid-19. Begitupun bacaan surat Al-Quran yang dilantunkan imam, tidak sesingkat saat kasus Covid-19 masih tinggi.

Kemudian kotak infaq yang saat kasus Covid-19 tinggi-tingginya dihentikan, mulai diputar kembali untuk memudahkan jamaah yang akan menginfaqkan sebagian hartanya. Penyemprotan hand sanitizer dan pengukuran suhu tubuh jamaah juga mulai ditiadakan.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement