Rabu 16 Mar 2022 21:59 WIB

Ngawi Percepat Pembangunan Kawasan Industri

Pembangunan kawasan industri di Ngawi masuk dalam prioritas pembangunan nasional.

Ngawi Percepat Pembangunan Kawasan Industri (ilustrasi).
Foto: MCIE
Ngawi Percepat Pembangunan Kawasan Industri (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID,NGAWI -- Pemerintah Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, mempercepat pembangunan kawasan industri di wilayah setempat sebagai upaya peningkatan ekonomi daerah.

Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono mengatakan sesuai rencana kawasan industri di Ngawi tahap awal akan dibangun di Kecamatan Widodaren dan Karanganyar seluas 1.200 hektare. "Proses perkembangannya telah ditinjau tim dari Kementerian Perindustrian. Dari rekomendasinya akan intens digarap bulan ini," ujarnya di Ngawi, Rabu (16/3/2022).

Baca Juga

Menurut dia, pembangunan kawasan industri di Ngawi masuk dalam prioritas pembangunan nasional sesuai Peraturan Presiden Nomor 80 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi, di kawasan Gresik-Bangkalan-Mojokerto-Surabaya-Sidoarjo-Lamongan, kawasan Bromo-Tengger Semeru, serta kawasan selingkar Wilis dan lintas selatan Jatim.

Dengan keberadaan kawasan industri tersebut, nantinya diharapkan mampu mendongkrak potensi wilayah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di masing-masing kabupaten. Sesuai rencana kawasan industri di Kabupaten Ngawi secara keseluruhan nantinya akan berlokasi di Kecamatan Pitu, Widodaren, Karangjati, Kasreman, dan Kedunggalar dengan luas total mencapai 1.460 hektare.

 

Namun, hingga kini konsentrasi rencana pembangunan kawasan industri dilakukan pada Kecamatan Widodaren dan Karanganyar. Adapun, upaya-upaya yang terus dilakukan pemerintah dalam mewujudkan kawasan industri tersebut antara lain terkait dengan pemenuhan infrastruktur pendukung seperti pelebaran jalan guna mengakses jalan tol yang telah tersedia, penyediaan SPAM, penyediaan listrik, pembebasan lahan, dan penyediaan air baku.

 

sumber : ANTARA
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement