Senin 21 Mar 2022 22:52 WIB

Satgas: Kasus Covid-19 Sembuh di Bantul Naik Drastis Capai 602 Orang

Meski kasus sembuh terus bertambah, penularan masih terjadi di masyarakat.

Satgas: Kasus Covid-19 Sembuh di Bantul Naik Drastis Capai 602 Orang (ilustrasi).
Foto: www.freepik.com
Satgas: Kasus Covid-19 Sembuh di Bantul Naik Drastis Capai 602 Orang (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID,BANTUL -- Satuan Tugas Penanggulangan COVID-19 Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mencatat bahwa kasus konfirmasi yang sembuh dalam sehari 602 orang, naik signifikan dibandingkan sebelumnya (20/3) yang tercatat 191 orang.

Berdasarkan data Satgas COVID-19 Bantul melalui siaran pers Pemkab di Bantul, Senin (21/3/2022), pasien yang dinyatakan pulih itu di antaranya terbanyak dari Kecamatan Banguntapan 140 orang, disusul Bantul 88 orang, kemudian Kasihan 64 orang. Dalam periode yang sama terjadi penambahan kasus baru terkonfirmasi COVID-19 berjumlah 72 orang, dari Banguntapan 19 orang, kemudian Kasihan 11 orang, sedangkan lainnya tersebar di kecamatan lainnya dengan angka di bawah 10 kasus.

Baca Juga

Kasus konfirmasi COVID-19 yang meninggal dunia di Bantul dalam 24 jam terakhir tercatat dua orang dari Kecamatan Pundong dan Pandak. Dengan perkembangan kasus harian itu maka total kasus positif COVID-19 di Bantul hingga saat ini terakumulasi sebanyak 73.024 orang, dengan angka kesembuhan mencapai 69.197 orang, sementara kasus kematian totalnya tercatat 1.682 orang.

Dengan demikian jumlah kasus aktif COVID-19 atau pasien yang masih menjalani isolasi mandiri maupun karantina di rumah sakit dan selter terpadu wilayah Bantul saat ini tercatat tinggal 2.145 orang, yang tersebar di seluruh 17 kecamatan se-Bantul. Cakupan vaksinasi COVID-19 Bantul per Senin ini, untuk dosis satu mencapai sebanyak 787.334 orang, sedangkan dosis dua berjumlah 753.682 orang, sedangkan untuk vaksinasi penguat terealisasi sebanyak 68.865 orang.

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengajak masyarakat Bantul senantiasa menjaga kesehatan dan disiplin menjalankan protokol kesehatan pencegahan COVID-19, karena meski kasus sembuh terus bertambah, penularan masih terjadi di masyarakat. "Mari bersama kita putus rantai penyebaran COVID-19 dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), dan 5M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, serta mengurangi mobilitas," katanya.

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement