Senin 04 Apr 2022 15:00 WIB

Sleman Panen Budi Daya Tanaman Sehat

Ini merupakan inovasi pangan sehat yang harus terus didukung dan dikembangkan.

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Yusuf Assidiq
Kegiatan panen padi program budi daya tanaman sehat.
Foto: Dokumen
Kegiatan panen padi program budi daya tanaman sehat.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Bupati Sleman, DIY, Kustini Purnomo, melaksanakan panen padi sehat dalam program Budi Daya Tanaman Sehat (BTS). Program dikelola Kelompok Tani (Poktan) Mekar, Padukuhan Ngalian, Kalurahan Widodomartani, Kapanewon Ngemplak, Sleman.

Tidak cuma untuk panen, pada kesempatan itu bupati sekaligus mengukuhkan Petani Milenial dan Kelompok Wanita Tani (KWT) yang berada di Padukuhan Ngalian. Dalam sambutannya, Kustini mengatakan, ini merupakan usaha Pemkab Sleman memotivasi.

Sehingga, lanjut Kustini, petani-petani bisa terus semangat berinovasi menggarap lahan pertaniannya. Seperti program BTS yang sudah bisa dipanen tersebut, ini merupakan pula inovasi pangan sehat yang harus terus didukung dan dikembangkan.

"Diharap banyak petani yang ikut menanam padi sehat melalui BTS," katanya, Senin (4/4/2022). Apalagi, Kustini mengingatkan, saat ini makanan-makanan sehat itu cukup banyak digemari, terutama bagi generasi muda.

 

Hal itu dikarenakan makanan sehat sudah mulai dilihat sebagai sebuah investasi bagi kesehatan tubuh sendiri. Kustini berharap, petani-petani milenial tidak segan atau malu lagi untuk mau belajar kepada petani yang lebih senior.

Sebab, ia berpendapat, petani senior atau yang lebih tua memiliki banyak pengalaman bermanfaat bagi petani milenial. Selain itu, Kustini berharap, petani-petani milenial terus berkolaborasi dengan berbagai instansi yang ada di Kabupaten Sleman.

Sebab, ia melihat, hari ini tanpa adanya sebuah kolaborasi usaha yang dilakukan tidak akan maksimal. "Banyak inovasi dan alat modern yang bisa kita manfaatkan dengan berkolaborasi," ujar Kustini.

Data terakhir saat pengukuhan petani milenial di Bulus Tempel, sampai saat ini sudah ada setidaknya 410 petani milenial yang ada di Sleman. Pemkab Sleman sudah menargetkan akan ada sekitar 2.000 petani milenial sampai 2024.

Ketua Kelompok Tani Mekar, Sugiyono menambahkan, BTS tersebut merupakan salah satu program bantuan dari Kementerian Pertanian. Kelompok Tani Mekar sendiri telah mendapatkan bantuan berupa benih padi sehat sebanyak 6,25 kuintal.

"Yang ditanam di lahan seluas 25 hektare. Dari lahan tersebut, pada 2022 ini bisa menghasilkan panen sebanyak 7,2 ton per hektare," kata Sugiyono.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement