Selasa 14 Jun 2022 09:05 WIB

Imbauan Pembelian Hewan Kurban Langsung ke Kandang Disambut Gembira Peternak

Sapi yang sudah siap dijual untuk hewan kurban dapat terbeli tanpa keluar kandang.

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Fernan Rahadi
Aktivitas jual beli hewan ternak di Pasar Hewan Ambarawa, Kabupaten Semarang, kamis (12/5). menyusul tingginya risiko penularan penyakit mulut dan kuku (PMK) masyarakat diimbau lebih berhati- hati dalam pemilihan hewan ternakyang akan dibeli.
Foto: Republika/Bowo Pribadi
Aktivitas jual beli hewan ternak di Pasar Hewan Ambarawa, Kabupaten Semarang, kamis (12/5). menyusul tingginya risiko penularan penyakit mulut dan kuku (PMK) masyarakat diimbau lebih berhati- hati dalam pemilihan hewan ternakyang akan dibeli.

REPUBLIKA.CO.ID, UNGARAN -- Imbauan agar masyarakat membeli hewan kurban langsung ke kandang disambut gembira oleh peternak sapi. Selain pasar hewan di Kabupaten Semarang masih ditutup, untuk membawa sapi sehat keluar dari kandang saat ini cukup riskan.

Dengan begitu, para peternak tidak perlu khawatir terhadap risiko penularan penyakit mulut dan kuku (PMK) pada sapi-sapi mereka. Pun demikian sapi-sapi sehat yang sudah siap dijual untuk hewan kurban dapat terbeli tanpa harus keluar kandang.

"Menurut saya, itu cara terbaik yang bisa dilakukan agar para peternak dapat menjual hewan kurban di tengah kekhawatiran PMK, jelang Idul Adha kali ini," ungkap Setiyono (54) peternak sapi di Desa Butuh, Kecamatan Tenvaran, Kabupaten Semarang, Selasa (14/6/2022).

Ia mengaku, selama PMK menyebar di wilayah Kabupaten Semarang, para peternak sapi betul- berul harus ekstra waspada dan berhati- hati demi menjaga keamanan hewan ternak mereka dari penularan PMK. Hingga tak jarang peternak harus mengeluarkan biaya lebih.

Baik untuk menyediakan disinfektan dan vitamin, membeli pakan maupun untuk pemeriksaan oleh petugas kesehatan hewan secara berkala. Semuanya dilakukan agar hewan ternak (sapi) di kandang tetap terjaga kesehatannya dan tidak tertular PMK.

Sehingga harapan para peternak dapat menjual sapi- sapi mereka untuk melayani permintaan hewan kurban juga sangat besar. "Hampir semua peternak pasti ingin sapi- sapi mereka yang sudah siap jual bisa dibeli untuk hewan kurban," katanya.

Setiyono juga bersyukur, menjelang Idul Adha kali ini hewan ternaknya seekor pun tidak ada yang terserang PMK. Bahkan sebagian dari sapi- sapi yang sudah siap dijual untuk hewan kurban pun sudah dibeli para blantik besar yang telah memesan jauh- jauh hari.

Sebab ia biasa melayani para blantik yang memesan hewan- hewan ternak lebih awal untuk dijual pada momentum hari raya kurban. "Alhamdulillah, saat ini tinggal tujuh ekor sapi, yang beberapa di antaranya sudah terjual tetapi belum diambil blantik," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Bupati Semarang mengimbau masyarakat yang akan membeli hewan kurban datang langsung ke kandang-kandang peternak. Hal ini untuk mengantisipasi wabah PMK yang masih menyebar di Kabupaten Semarang.

Meski begitu, untuk pembelian hewan kurban langsung ke kandang-kandang peternak masyarakat harus tetap memastikan kesehatan dan kelayakan hewan- hewan kurban tersebut tidak terkena penyakit PMK yang rentan menularkan pada hewan ternak sehat lainnya.

Sebagai antisipasi dalam menghadapi tingginya permintaan hewan kurban, Pemkab Semarang mengimbau agar masyarakat berkonsultasi dengan dokter hewan maupun paramedis kesehatan hewan yang membantu di wilayah masing- masing sebelum membeli hewan kurban.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement