Rabu 13 Jul 2022 19:21 WIB

Persiapan Kepulangan Jemaah Haji, Kanwil Kemenag DIY: Sudah Bentuk Satgas

Semua jemaah haji asal DIY dalam keadaan sehat.

Rep: n-c01/ Red: Muhammad Fakhruddin
Persiapan Kepulangan Jemaah Haji, Kanwil Kemenag DIY: Sudah Bentuk Satgas (ilustrasi).
Foto: AP/Amr Nabil
Persiapan Kepulangan Jemaah Haji, Kanwil Kemenag DIY: Sudah Bentuk Satgas (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID,YOGYAKARTA -- Prosesi pelaksanaan ibadah haji 2022 mulai memasuki tahap pemulangan jemaah ke Tanah Air. Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag DIY, Nadhif mengatakan pihaknya telah melakukan beberapa persiapan untuk menyambut kepulangan jemaah haji.

“Untuk persiapan pemulangan jemaah haji, kita sudah membentuk panitia dan satgas. Jadi ada PPIH (Petugas Penyelenggaraan Ibadah Haji – Red) debarkasi Solo itu merupakan gabungan dari Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Kemudian ditambah satgas kepulangan yang juga gabungan dari dua provinsi tersebut,” ujar Nadhif saat dihubungi, Rabu (13/7/2022).

Baca Juga

Nadhif menjelaskan untuk menyambut kepulangan jemaah haji, baik PPIH maupun satgas debarkasi Solo telah mulai bertugas sejak hari ini, Rabu, 13 Juli sampai tanggal 14 Agustus. Ia juga menjelaskan jemaah haji yang pertama kali datang di debarkasi Solo pada 15 Juli mendatang merupakan kloter satu dari Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Menurut Nadhif jemaah haji asal DIY yang pertama kali akan tiba di debarkasi Solo pada 28 Juli pagi adalah jemaah dari kloter 18. Seluruh jemaah yang tergabung dalam kloter ini berasal dari Kabupaten Sleman. Kemudian untuk kloter 19 dari Kabupaten Bantul akan tiba sore hari pada hari yang sama.

 

Sementara untuk kloter 20 yang terdiri dari jemaah gabungan asal Kabupaten Gunung Kidul, Sleman dan Kota Yogyakarta akan tiba pada 29 Juli. Hari berikutnya, 30 Juli akan tiba kloter terakhir yaitu, kloter 21 yang merupakan gabungan jemaah dari Kabupaten Gunung Kidul dan Sleman.

Nadhif memastikan sampai pada proses pemulangan, semua jemaah haji asal DIY dalam keadaan sehat. Ia juga menjelaskan untuk mekanisme penjemputan jemaah haji merupakan tugas dari pemerintah daerah setempat. Dari masing-masing daerah nantinya akan menyiapkan armada untuk perjalanan dari debarkasi Solo menuju ke daerah asal.

Sebelum diberangkatkan kembali ke daerah asal, akan diadakan prosesi penyerahan jemaah haji dari PPIH debarkasi Solo kepada PPIH daerah. Nadhif berharap dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan oleh PPIH, proses pemulangan jemaah haji dapat berjalan dengan lancar dan tidak ada kendala.

“Untuk keluarga yang akan menjemput. Saya minta untuk menunggu di tempat-tempat yang sudah ditentukan oleh pemerintah daerah. Jadi, tidak harus ke debarkasi Solo karena tempatnya kan terbatas. Apalagi suasananya juga masih level satu artinya kita berikhtiar semaksimal mungkin. Protokol kesehatan tetap dilaksanakan, jangan ada kerumunan, dan jaga jarak sehingga dapat mengurangi jumlah orang yang ada di debarkasi Solo,” jelas Nadhif. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement