Ahad 17 Jul 2022 03:23 WIB

UMM Dampingi SPMI 14 Kampus Swasta

Ada tujuh perguruan tinggi terakreditasi A dan unggul lain yang menjadi mitra.

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Muhammad Fakhruddin
UMM Dampingi SPMI 14 Kampus Swasta (ilustrasi).
Foto: Humas UMM
UMM Dampingi SPMI 14 Kampus Swasta (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID,MALANG --  Untuk menjaga mutu suatu perguruan tinggi, penetapan dan pengelolaan standard harus dilakukan secara  konsisten dan berkelanjutan. Hal itulah yang selalu diupayakan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk menjaga mutu pendidikannya. 

Berkat kerja keras yang selama ini dibangun, UMM terpilih menjadi mitra Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). UMM bertugas untuk melakukan pembinaan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) kepada perguruan tinggi terakreditasi Baik maupun C.

Baca Juga

Kepala Badan Penjaminan Mutu Internal (BPMI) UMM, Ainur Rofieq menjelaskan, selain UMM, ada tujuh perguruan tinggi terakreditasi A dan unggul lain yang menjadi mitra. Kedelapan universitas ini akan mendampingi kurang lebih 14 PTS untuk pembinaan SPMI. 

"Selain terakreditasi Baik maupun C, 14 PTS yang akan dibina ini ditunjuk langsung oleh Kemendikbudristek  karena belum pernah mengunggah dokumen bukti implementasi SPMI di perguruan tingginya pada SIM SPMI Dikti,” ungkap dosen pendidikan biologi tersebut dalam siaran pers yang diterima Republika, Sabtu (16/7/2022).

Menurut Rofieq, ada beberapa hal yang akan dilakukan universitas mitra selama masa pendampingan. Pertama, mendampingi 14 universitas untuk menyusun dokumen utama SPMI. Selanjutnya, mendampingi pengelolaan survei tingkat kepuasan para stakeholder terhadap universitas terkait. 

Tahap selanjutnya adalah penyampaian best practice implementasi SPMI dari masing-masing universitas mitra. Lalu terakhir melakukan //sharing// pelaksanaan manajemen penetapan, pelaksanaan, evaluasi, pengendalian, dan peningkatan standar dikti yang biasa disebut sebagai PPEPP. Program ini akan berlangsung sejak awal Juli sampai November 2022 mendatang.

Terkait terpilihnya UMM sebagai mitra SPMI, dosen kelahiran 1965 ini mengungkapkan rasa syukurnya. Hal ini karena implementasi SPMI UMM telah dinilai baik oleh Kemendikbudristek sehingga dijadikan mitra. Ia berharap apa yang dilakukan ini akan membantu lebih banyak perguruan tinggi yang mengalami kendala.

Di samping itu, dia juga berharap setiap perguruan tinggi yang menjadi mitra UMM akan memiliki dokumen, pengelolaan, dan implementasi SPMI yang sesuai dengan harapan serta ketentuan Kemendikbudristek. Kemudian perguruan tinggi mitra akan dimudahkan untuk mengikuti proses akreditasi yang diselenggarakan oleh BAN-PT ataupun oleh Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM).

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement