Senin 29 Aug 2022 18:44 WIB

FPAG: Anggapan Pendidikan Tinggi Islam Kalah Mutu, Keliru!

Unissula sangat layak dijadikan lembaga pendidikan tinggi Islam percontohan.

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Muhammad Fakhruddin
Jajaran pengurus Forum Pesantren Alumni Gontor (FPAG) berfoto bersama dengan unsur pimpinan Unissula, saat bersilaturrahim di kampus Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), Kaligawe, Kota Semarang, Senin (29/8).
Foto: Do. Humas Unissula
Jajaran pengurus Forum Pesantren Alumni Gontor (FPAG) berfoto bersama dengan unsur pimpinan Unissula, saat bersilaturrahim di kampus Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), Kaligawe, Kota Semarang, Senin (29/8).

REPUBLIKA.CO.ID,SEMARANG -- Anggapan kualitas pendidikan di lembaga pendidikan tinggi Islam tetap berada di bawah lembaga pendidikan umum merupakan anggapan yang keliru.

Pasalnya, sejumlah lembaga pendidikan tinggi Islam di negeri ini telah membuktikan mampu menunjukkan prestasi yang tidak kalah mentereng dengan prestasi yang diukir oleh lembaga pendidikan tinggi umum.

Baca Juga

“Kalau masih ada masyarakat yang berasumsi pendidikan tinggi Islam masih kalah dengan pendidikan tinggi umum, itu salah,” ungkap Ketua Umum (Ketum) Forum Pesantren Alumni Gontor (FPAG), Dr Zulkifli Muhadli, saat bersilaturrahim di kampus Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, di kampus Unissula, Senin (29/8).     

Di hadapan Wakil Rektor I Unissula, Dr Andre Sugiyono ST MM, Ketum FPAG menyampaikan, sebagai umat Islam mestinya ikut bangga sejumlah lembaga pendidikan tinggi Islam mampu berprestasi di tingkat nasional bahkan global.

 

Salah satunya adalah Unissula yang juga telah terakreditasi unggul. Menurutnya, Unissula sangat layak dijadikan lembaga pendidikan tinggi Islam percontohan bagi lembaga- lembaga pendidikan Islam lainnya. “Bahkan bagi lembaga- lembaga pendidikan di bawah naungan FPAG sekalipun,” tambahnya.

Hal ini, kata Zulkifli, juga menjadi salah satu alasan bagi FPAG untuk memperkuat kerjasama serta kemitraan strategis dengan Unissula, dalam rangka kaderisasi pesantren terutama pada bidang ilmu kedokteran.

Sebagai lembaga pendidikan Islam Unissula dan FPAG sama- sama memiliki tujuan untuk umat dan sama- sama ingin memajukan peradaban Islam di Indonesia.

Maka Unissula ini, adalah salah satu gerbongnya dan gerbong satu ke gerbong yang lain itu saling terkoneksi agar bisa maju bersama. “Untuk itu FPAG ingin menjalin kerjasama strategis yang lebih kuat dengan Unissula,” tambahnya.

Sementara itu, mewakili segenap warga Unissula, Andre Sugiyono mengapresiasi keinginan FPAG tersebut dan menyambut baik inisiasi kerjasama dengan pesantren- pesantren FPAG.

Selaras dengan visi Unissula dalam membangun generasi khaira ummah, maka lembaga pendidikan tinggi di bawah Yayasan badan Wakaf Sultan Agung ini siap membantu dan siap bekerjasama dengan FPAG demi kemajuan peradaban Islam di Indonesia.

Menurutnya, Unissula –saat ini-- telah terakreditasi unggul dari BAN PT serta terakreditasi unggul dari badan akreditasi dunia yakni ASIC dan ABEST 21. “Unissula juga memiliki keragaman prodi yang cukup lengkap dengan memiliki 40 prodi,” jelasnya.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Wakil Rektor II Unissula, Dedi Rusdi SE MSi Akt CA; Wakil Rektor III Unissula, M Qomaruddin ST MSc PhD serta Dekan Fakultas Kedokteran Unissula, Dr dr Setyo Trisnadi SH SpKF.

Sementara silaturrahim ini juga diikuti sejumlah opengurus FPAG, seperti Sekjen FPAG, KH Anang Rikza Masyhadi MA; Pengasuh Pesantren Indonesia (P2I), KH M Tata Taufik serta  Ketua Umum Perhimpunan Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah, Drs KH Sofwan Manaf MSi.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement