Senin 12 Sep 2022 23:02 WIB

Musim Pancaroba, BPBD Minta Masyarakat Tetap Waspada

Setidaknya, ada 15 titik rawan bencana.

Rep: C02/ Red: Muhammad Fakhruddin
Musim Pancaroba, BPBD Minta Masyarakat Tetap Waspada (ilustrasi).
Foto: Flickr
Musim Pancaroba, BPBD Minta Masyarakat Tetap Waspada (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID,SOLO -- Badan Pengendalian Bencana Daerah (BPBD) mengimbau Warga Kota Solo agar tetap waspada adanya bencana selama musim pancaroba, khususnya banjir dan puting beliung.

Kepala BPBD Kota Solo, Nico Agus Putranto mengatakan pihaknya menghimbau masyarakat khususnya di bulan September yang curah hujan dan anginnya meninggi. Menurut pantauannya, Kota Solo berkemungkinan dilanda puting beliung dan banjir.

Baca Juga

"Pancaroba bulan September memasuki bulan awal musim hujan sehingga kewaspadaan kita terkait banjir dan angin puting beliung mungkin terjadi di Solo. Itu juga sesuai pantauan kami di Badan meteorologi dan Geofisika (BMKG)," kata Nico ketika dihubungi, Senin (12/9/2022).

Selain menghimbau adanya potensi bencana, ia juga minta warga waspada terhadap penyakit yang menyebar di masyarakat. Oleh karena itu, pihaknya meminta masyarakat tanggap untuk menghubungi BPBD apabila ada Indikasi.

 

"Kami menghimbau (warga) kota Solo untuk mulai waspada karena di musim pancaroba tentunya yang paling krusial adalah banyak penyakit yang kemungkinan yang terjadi di masyarakat," terangnya.

Mengingat hal tersebut, Nico mengatakan bahwa saat ini pihaknya sedang melakukan pengoptimalan pada alat untuk menanggulangi bencana. Namun, ia mengatakan bahwa minggu depan akan dilakukan pemetaan pada daerah mana saja yang rawan bencana.

"Kalau sekarang baru proses optimalisasi peralatan. Kalau kondisinya pancaroba sekarang ini masih bisa terkondisikan jadi belum signifikan. Kita sedang berkoordinasi antar personil dan stakeholder, sedangkan kesiapannya kita rapatkan minggu depan," terangnya.

Sementara itu, menurut Nico titik rawan bencana tidak terlalu banyak berbeda dengan tahun. Setidaknya, ada 15 titik rawan bencana yang ada khususnya daerah yang berdekatan dengan perpotongan sungai dalam kota, seperti sungai Jenes, Sungai Anyar, Sungai Gajah Putih.

"Di antaranya kita sudah penandaan, kita masih fokus di daerah sungai kota yang masih sama tahun kemarin yang rawan bencana yang di 15 titik, sungai jenes kali pp gajah putih selalu kita monitor," pungkasnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement