Rabu 28 Sep 2022 23:42 WIB

Dinkes Kulon Progo Intensifkan Gerakan PSN Antisipasi DBD

Dinkes juga mensosialisasikan gerakan satu rumah satu juru pemantau jentik.

Dinkes Kulon Progo Intensifkan Gerakan PSN Antisipasi DBD (ilustrasi).
Foto: ANTARA/Andi Bagasela
Dinkes Kulon Progo Intensifkan Gerakan PSN Antisipasi DBD (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID,KULON PROGA -- Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengintensifkan gerakan pemberantasan sarang nyamuk dengan menguras, menutup dan memanfaatkan kembali barang bekas untuk meminimalisasinyamuk berkembang biak guna mengantisipasi penyakit demam berdarah dengue.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kulon Progo Rina Nuryati mengatakan jumlah kasus demam berdarah dengue (DBD) di wilayah ini dari Januari sampai 26 September sebanyak 892 kasus.

Baca Juga

"Pelaksanaan PSN dengan 3M minimal seminggu sekali baik di dalam rumah maupun di luar rumah," kata Rina, Rabu (28/9/2022).

Lebih lanjut, ia mengatakan gerakan 3M plus yang harus dipahami masyarakat, yakni menguras atau membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampung air lemari es dan lain-lain.

 

Selanjutnya, menutup rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, kendi, toren air, dan lain sebagainya dan memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk yang menularkan demam berdarah.

Plusnya yaitu kegiatan pencegahan DBD lainnya, seperti menaburkan bubuk larvasida atau lebih dikenal dengan bubuk abate pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan, menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk.

Kemudian, menggunakan kelambu saat tidur, memelihara ikan pemakan jentik nyamuk, menanam tanaman pengusir nyamuk, mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah dan menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk, dan lain- lain.

"Jika ada yang demam, segera periksa ke fasilitas kesehatan," katanya.

Rina mengatakan Dinkes juga mensosialisasikan gerakan satu rumah satu juru pemantau jentik (jumantik). Jumantik ini bertugas mensosialisasikan dan menggerakkan anggota keluarga untuk melakukan PSN 3M-plus.

"Jumantik juga bertugas memeriksa dan memberantas tempat perindukan nyamuk di lingkungan rumah. Saatnya kita peduli dengan lingkungan sendiri," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement