Kamis 29 Sep 2022 06:36 WIB

GTM 2022 Harapan Kabupaten Semarang Gairahkan Kembali Industri Pariwisata

Pariwisata ini tidak hanya terbatas pada destinasi, namun juga sektor pendukungnya

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Fernan Rahadi
Bupati Semarang, H Ngesti Nugraha (memegang mikrofon) menyampaikan penjelasan terkait kebijakan kepariwisataan di daerahnya, pada sesi dialog usai membuka  acara Gedongsongo Travel Mart 2022, di GMME Ungaran, Kabupaten Semarang, Selasa (27/9) malam.
Foto: Republika/Bowo Pribadi
Bupati Semarang, H Ngesti Nugraha (memegang mikrofon) menyampaikan penjelasan terkait kebijakan kepariwisataan di daerahnya, pada sesi dialog usai membuka acara Gedongsongo Travel Mart 2022, di GMME Ungaran, Kabupaten Semarang, Selasa (27/9) malam.

REPUBLIKA.CO.ID, UNGARAN -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang berharap besar kegiatan Gedongsongo Travel Mart (GTM) 2022, membangkitkan kembali industri pariwisata yang ada di daerahnya.

Pada penyelenggaraan kali ini GTM mampu menghadirkan dua ratusan buyer (agen pariwisata) dari Jawa dan Bali serta puluhan seller pelaku pariwisata yang ada di wilayah Kabupaten Semarang.

Bupati Semarang, H Ngesti Nugraha yang dikonfirmasi mengungkapkan, selama dua tahun pandemi Covid-19, industri pariwisata berikut ekosistemnya di Kabupaten Semarang sangat terpukul.

Selain tempat- tempat wisata tutup dan menghentikan operasionalnya, sejumlah sektor pendukung industri pariwisata di Kabupaten Semarang seperti perhotelan, restoran hingga UMKM juga turut terdampak hingga pendapatannya turun drastis.     

Maka kegiatan GTM 2022 ini menjadi sarana untuk mengungkit dan mendorong kebangkitan kembali industri pariwisata di Kabupaten Semarang sekaligus untuk mendukung pemulihan ekonomi daerah.

"Kalau kemarin industri pariwisata kita sepi, saat ini semakin hari makin ramai. Dengan adanya GTM 2022 harapannya sektor pariwisata yang sudah mulai ramai lagi ini akan semakin  ramai lagi," katanya.

"Dengan begitu sektor-sektor yang berkaitan dengan industri pariwisata di Kabupaten Semarang juga bangkit serta ekonomi daerah juga pulih," katanya di Ungaran, Kabupaten Semarang, Rabu (28/9/2022).

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata (Disparta) Kabupaten Semarang, Heru Subroto menambahkan, pariwisata ini tidak hanya terbatas pada destinasi, namun juga sektor pendukungnya yang menyangkut UKM, industri kreatif, akomodasi (perhotelan dan restoran).

GTM menjadi salah satu strategi bagi Disparta Kabupaten Semarang untuk membangun satu jejaring, kolaborasi serta sinergi dengan stakeholder kepariwisataan dengan buyer (agen/ biro wisata) yang ada di Jawa dan Bali.

Dari target 200 agen atau biro wisata di jawa dan Bali yang dilibatkan ternyata dapat terpenuhi dan bahkan juga melebihi, sedangkan pelaku serta pengelola pariwisata di Kabupaten Semarang yang berpartisipasi mencapai 74.

Dari GTM ini diharapkan ada komunkasi yang lebih intens antara seller dngan buyer sekaligus juga mempromosikan potensi maupun daya tarik wisata yang ada di Kabupaten Semarang. “Termasuk juga potensi UKM serta industri kreatif,” jelasnya.

Heru menambahkan, selama dua hari penyelenggaraan dengan mengajak para buyer keliling melakukan kunjungan berbagai destinasi wisata di Kabupaten Semarang dan akomodai yang ada ini akan membawa dampak positif bagi kebankitan kembali industri pariwisata di daerahnya.

Sehingga para peserta akan memberikan penilaian, kemudian mampu menjual paket-paket wisata untuk mendatangkan wisatawan ke Kabupaten Semarang.

“Artinya dari penyelenggaraan GTM 022 ini kemudian ada tindak lanjut dari para pelaku agen wisata di Jawa dan Bali untuk mendatangkan wisatawan dan mendongkrak kunjungan," katanya.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement