Rabu 05 Oct 2022 16:50 WIB

Atlet Disabilitas Banyumas Siap Berlaga di Kejurprov NPCI Jateng

Para atlet diminta melakukan latihan mandiri dan latihan intensif.

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Yusuf Assidiq
KejurProv Para Games Jawa Tengah. Atlet bertanding saat Kejuaraan Provinsi NPCI Jawa Tengah di Stadion Sriwedari, Solo. (ilustrasi)
Foto: Republika/ Wihdan
KejurProv Para Games Jawa Tengah. Atlet bertanding saat Kejuaraan Provinsi NPCI Jawa Tengah di Stadion Sriwedari, Solo. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, BANYUMAS -- Kepengurusan National Paralympic Committe Indonesia (NPCI) Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, di bawah kepemimpinan Suwondo, bertekad membesarkan organisasi olahraga difabel Banyumas dalam mencapai prestasi, baik tingkat nasional, maupun internasional.

Untuk mewujudkan langkah tersebut, NPCI Banyumas telah menggelar dua acara yaitu festival olahraga disabilitas dan penjaringan bakat olahraga dari penyandang disabilitas melalui tes pemanduan bakat. Hal tersebut dilakukan sebagai persiapan menghadapi Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Olahraga Disabilitas 25-27 Oktober 2022 di Kota Surakarta.

"NPCI Kabupaten Banyumas melalui kegiatan festival olahraga disabilitas dan penjaringan bakat olahraga dari penyandang disabilitas, telah mendapatkan 16 atlet untuk lima cabang olahraga yang akan kita kirimkan ke Kejurprov Disabiltas 2022 di Surakarta," kata Suwondo, Ketua NPCI Kabupaten Banyumas Rabu (5/10/2022).

Ke-16 atlet yang disiapkan antara lain Saikun dan Agung dari cabang olahraga (cabor) renang, kemudian Andi Astoto, Wartono, Safrudi Supriyadi, Mahmudin, Warko, dan Wahyu untuk cabor bulu tangkis. Sementara Rohidin dan Sugiryono akan bertanding dalam cabor tenis meja, Purnomo dan Purwanto cabor Catur serta Najib Abdul Rahman, Yulianto, Dani Dwi Atmaja, dan Dwi Aprianto Putra akan bertanding dalam lomba atletik.

 

    

Untuk menyiapkan atletnya, Suwondo mengaku telah mengumpulkan 16 atlet di mana mereka menyatakan kesiapan dan kesanggupan untuk mengikuti kejurprov. Selanjutnya dalam tiga pekan sebelum keberangkatan para atlit diminta melakukan latihan mandiri dan latihan intensif minimal dua kali dalam sepekan.

"Perjuangan para atlet penyandang disabilitas atau paralympic untuk bisa berprestasi dalam ajang kejurprov tentu tidaklah mudah, butuh kerja keras dan dukungan dari semua pihak, agar mereka dapat mewujudkannya," lanjut Wondo.

Wondo menyadari sampai saat ini, NPCI bersama Pemkab Banyumas baru mengawali dan mengakomodir para atlet disabilitas. Sementara dalam hal sarana dan prasarananya secara bertahap baru akan diusulkan tahun mendatang agar bisa mencetak bibit dan atlet unggul khususnya para atlet disabilitas.

Saikun, atlet renang disabilitas warga Banjarparakan, Kecamatan Rawalo, mengatakan dalam menghadapi kejurprov disabilitas, ia sudah menyiapkan diri sejak berhasil menjadi pemenang pada Festival Olahraga Disabalilitas yang digelar NPCI Banyumas.

“Saya sudah berlatih secara mandiri di Kolam Renang Tirta Kembar. Saya siap mengikuti kejurprov dan semoga bisa membawa nama baik Kabupaten Banyumas,” kata Saikun.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement