Selasa 11 Oct 2022 10:34 WIB

Panitia Penerima Muktamar Matangkan Penggunaan Sistem E Voting

Gladi kedua akan dilakukan mendekati waktu pelaksanaan Muktamar pada November.

Rep: C02/ Red: Muhammad Fakhruddin
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir di acara soft launching Muktamar Muhamadiyah dan Muktamar Aisyiyah ke-48.
Foto: Republika/Irfan Junaidi
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir di acara soft launching Muktamar Muhamadiyah dan Muktamar Aisyiyah ke-48.

REPUBLIKA.CO.ID,SOLO -– Bidang I Panitia Penerima Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah ke-48 merencanakan akan melakukan dua kali gladi penggunaan E voting sebagai pematangan persiapan pemilihan ketua umum PP Muhammadiyah November mendatang.

Ketua Bidang I Panitia Penerima Muktamar Harun Joko Prayitno mengatakan system E voting sudah disimulasikan satu kali di Gedung Edutorium KH Ahmad Dahlan Universitas Muhammadiyah Surakarta pada Kamis, (25/8/2022) lalu.

Baca Juga

“Kemarin (simulasi sistem E voting pertama) agak error di gulungan kertasnya, kemudian sinkronisasi dari sistem bahasa pemrograman ke komputernya. Itu kemarin komputer baru dibuka dari kardusnya sehingga belum match betul antara bahasa pemrograman dengan komputer serta printer. Waktu itu ada dua simulasi, yang pertama ada error yang kedua sudah lancar,” kata Harun (11/10/2022).

Ia menjelaskan bahwa tahap berikutnya akan dilakukan dua kali gladi penggunaan sistem E voting. Sedangkan jadwalnya akan dilakukan pada pertengahan bulan ini atau maksimal pada akhir bulan ini untuk gladi pertama.

“Harapannya dari gladi pertama supaya sistem yang digunakan dapat berjalan dengan lancar. Istilahnya tidak lagi simulasi tapi gladi bersih," terangnya.

Sedang untuk gladi kedua akan dilakukan mendekati waktu pelaksanaan Muktamar pada November mendatang. Intinya untuk mengantisipasi kendala secara teknis.

“Nanti mendekati hari H ada lagi (gladi bersih) prinsipnya jangan sampai ketika digunakan teknologi komputernya jadi ngadat,” terang mantan Dekan FKIP UMS itu.

Harun menjelaskan bahwa peserta gladi bersih dalam penggunaan sistem E voting akan lebih banyak melibatkan pihak-pihak yang melakukan uji coba. 

“Pesertanya secara umum sama, bisa jadi akan lebih massif bukan hanya lebih banyak tapi menyasar pengguna. Kemarin se Solo raya bisa jadi besok se wilayah Jawa Tengah, jadi lebih luas wilayah (peserta) yang bisa dijangkau,” terang Prof. Harun.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement