Jumat 21 Oct 2022 13:02 WIB

Pimpinan Baznas Purbalingga Dilantik, Bupati Minta Maksimalkan Potensi Zakat

Pengumpulan zakat Baznas Purbalingga saat ini hanya Rp 2 miliar - Rp 3 miliar.

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Yusuf Assidiq
Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi melantik pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Purbalingga Periode 2022 - 2027.
Foto: Dok. Pemkab Purbalingga
Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi melantik pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Purbalingga Periode 2022 - 2027.

REPUBLIKA.CO.ID, PURBALINGGA -- Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi berharap Baznas Kabupaten Purbalingga bisa memaksimalkan potensi zakat dari Aparatur Sipil Negara (ASN). Hal ini disampaikan saat melantik pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Purbalingga Periode 2022 - 2027, Jumat (21/10/2022) di Pendopo Dipokusumo.

Mereka yang dilantik di antaranya, H Sudjianto selaku ketua, Muhammad Imron selaku wakil ketua 1, H Suparna selaku wakil ketua 2, H Mashudi Munir Al Hafidz selaku wakil ketua 3, dan H Sukarman selaku wakil ketua 4.

"Potensi zakat Kabupaten Purbalingga sangat luar biasa, apabila kalau kita lihat dari ASN nya saja, bisa mencapai Rp 15 miliar - Rp 16 miliar," kata Bupati Tiwi.

Potensi tersebut berdasarkan jumlah ASN Pemkab Purbalingga yang berjumlah lebih dari 8.000, dan itu belum termasuk ASN unsur Kemenag Purbalingga dan lainnya.

Ia memastikan, jika zakat bisa dimaksimalkan hingga Rp 15 miliar, maka penurunan angka kemiskinan di Purbalingga bisa maksimal. "Ini apabila perolehan Rp 15 miliar benar-benar menetas," ujarnya.

Hanya saja realisasi pengumpulan zakat oleh Baznas Purbalingga saat ini hanya mencapai Rp 2 miliar - Rp 3 miliar atau masih jauh dari target ideal. Oleh karena itu, pada acara ini bupati juga mengumpulkan unsur OPD, UPT, pemerintah kecamatan, dan BUMD untuk membantu membesarkan Baznas.

Untuk itu, bupati mengarahkan untuk ada regulasi payung hukum yang bisa mendorong pengumpulan zakat bisa maksimal. Bupati juga akan mengajak Baznas Purbalingga untuk mempelajari upaya Baznas Karanganyar yang mampu mengumpulkan zakat ASN hingga Rp 24 miliar.

"Tahun depan harus mulai ada langkah-langkah yang dilakukan, sudah ada regulasi dan kebijakan yang dibuat agar pengumpulan zakat bisa lebih maksimal. Kalau perlu dibentuk UPZ tidak hanya di jajaran OPD akan tetapi di tataran desa ini akan saya buat," tegasnya.

Ke depan, bupati berpesan agar Baznas selalu bersinergi dengan pemerintah untuk bersama-sama menangani kemiskinan ekstrim. Bupati memberi target kepada pengurus Baznas yang baru untuk bisa mengumpulkan zakat dengan perolehan yang selalu meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement