Kamis 03 Nov 2022 20:42 WIB

DPR Berkunjung di UMS, Optimalisasi Soft Power Dunia Pendidikan

BKSAP merupakan alat kelengkapan dewan yang membawahi semua tugas diplomasi.

Rep: C02/ Red: Muhammad Fakhruddin
DPR Berkunjung di UMS, Optimalisasi Soft Power Dunia Pendidikan (ilustrasi).
Foto: Republika/Binti Sholikah
DPR Berkunjung di UMS, Optimalisasi Soft Power Dunia Pendidikan (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID,SOLO -– Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR-RI kunjungan kerja ke Universitas Muhammadiyah Solo (UMS) Gedung Induk Siti Walidah, Kamis, (3/11/2022). Kunjungan tersebut membahas optimalisasi diplomasi soft power parlemen melalui dunia pendidikan dan pertukaran budaya.

Dalam kunjungan kerja tersebut dihadiri oleh beberapa tokoh DPR. Mulai dari Mardani Ali Sera, Fadli Zon, Achmad Hafisz Tohir, Singgih Januratmoko, dan Jazuli Juwaini, dengan mengajak diskusi mahasiswa UMS.

Baca Juga

Rektor UMS Sofyan Anif mengatakan bahwa wujud bentuk kerjasama UMS dengan Tongmyong University yakni dengan dibukanya Cabang UMS di Korea Selatan. Pihaknya juga menyampaikan terima kasih kepada delegasi BKSAP yang telah melakukan kunjungan kerja ke UMS.

"Diplomasi bersinggungan dengan kerja sama, oleh karena itu tentu kehadiran bapak-bapak dewan ini sangat menguntungkan bagi kita semua. Oleh karena itu, atas nama rektor menyampaikan terima kasih atas kerjasamanya," kata Sofyan, Kamis (3/11/2022).

Sementara itu, Ketua BKSAP Fadli Zon memperkenalkan secara singkat profil dan tugas dari BKSAP. Pihaknya mengatakan BKSAP merupakan alat kelengkapan dewan yang membawahi semua tugas diplomasi termasuk bilateral, regional, multilateral.

"Di samping forum-forum internasional dan konferensi-konferensi internasional, juga SDGs . SDGs forumnya ada di BKSAP dan kita tahu bahwa pendidikan ini salah satu dari goal SDG, tujuan nomor 4," jelasnya.

Dalam pertemuan dengan delegasi DPR RI itu, mahasiswa dibekali bagaimana urgensi diplomasi pendidikan itu diperlukan. Diplomasi dalam pendidikan diperlukan salah satunya agar kampus mendapatkan bantuan dalam meningkatkan kualitas pendidikan. 

"Oleh karena itu untuk memperkuat Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia agar mampu bersaing ditingkat global, khususnya mahasiswa," katanya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement