Jumat 04 Nov 2022 15:58 WIB

Kasus Covid Melonjak, Varian XBB Diperkirakan Sudah Masuk DIY

Omicron XBB diperkirakan masuk ke DIY pada Oktober 2022.

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Yusuf Assidiq
Ilustrasi Lonjakan Kasus Covid-19
Foto: republika/mgrol100
Ilustrasi Lonjakan Kasus Covid-19

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 melonjak dalam beberapa hari terakhir di DIY. Bahkan diperkirakan, Covid-19 subvarian Omicron XBB sudah ke DIY.

Pasalnya, pada Oktober 2022 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di DIY naik sampai di atas 50 kasus per hari. Bahkan, selama November 2022, kasus positif dilaporkan di atas 100 kasus per hari.

Ketua Kelompok Kerja Genetik Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) UGM, Gunadi memperkirakan, subvarian Omicron XBB diperkirakan masuk ke DIY pada Oktober 2022.

"(Diperkirakan subvarian Omicron XBB) Sudah (masuk DIY), sepertinya iya, hipotesisnya demikian, kemungkinan masuknya Oktober ke Yogya," kata Gunadi saat dikonfirmasi Republika.co.id, Jumat (4/11/2022).

 

Meski begitu, saat ini belum ditemukan adanya subvarian baru tersebut secara pasti berdasarkan pemeriksaan dengan metode whole genome sequencing (WGS) yang sudah dilakukan sebelumnya.

Pihaknya sudah melakukan pemeriksaan dengan metode WGS ini sebelumnya dengan sampel yang diambil yakni periode Agustus dan September. Hasil dari pemeriksaan tersebut, belum ditemukan adanya subvarian Omicron XBB.

"Hasil running kemarin itu belum ada XBB di Yogya, karena swab-nya itu baru sampel yang di-running dua pekan lalu, sampel yang di swab periode Agustus dan September, jadi memang kemungkinan belum (waktu itu)," ujar Gunadi.

Gunadi menuturkan, pihaknya akan kembali melakukan pemeriksaan dengan WGS ini pekan depan guna memastikan XBB sudah masuk ke DIY. Direncanakan, pemeriksaan dilakukan pekan depan dengan memeriksa setidaknya 96 sampel.

"Jadi (saat ini) belum bisa disimpulkan (secara pasti lewat WGS) karena hasil WGS (yang baru) belum keluar untuk Yogya," jelas dia.

Sampel yang akan diambil untuk pemeriksaan yakni periode Oktober dan November. Menurut Gunadi, hasil WGS ini baru akan keluar sekitar satu pekan.

"(WGS) Yang terbaru baru mau running pekan depan yang sampel swab-nya Oktober dan November. Rata-rata kita running 96 sampel dan hasil keluar biasanya semingguan dengan proses pembacaan kalau lancar," tambahnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement