Senin 12 Dec 2022 22:35 WIB

Pemprov Jatim Libatkan Pedagang Jaga Stabilitas Harga Bahan Pokok

Pedagang tidak boleh menjual di atas harga eceran tertinggi yang telah disepakati.

Pemprov Jatim Libatkan Pedagang Jaga Stabilitas Harga Bahan Pokok (ilustrasi).
Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Pemprov Jatim Libatkan Pedagang Jaga Stabilitas Harga Bahan Pokok (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID,SURABAYA -- Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan melibatkan pedagang untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok melalui program operasi pasar di wilayah setempat.

"Program ini untuk menggerakkan ekonomi di kalangan pedagang sehingga mereka turut menjadi bagian dari operasi tersebut," kata Plt Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Jatim Iwan di Surabaya, Senin (12/12/2022).

Baca Juga

Ia menjelaskan sistem untuk menjaga stabilitas harga ini dilakukan melalui kulakan pedagang bahan pokok dengan harga rendah di pemerintah, selanjutnya pedagang menjualnya ke konsumen.

"Catatannya, pedagang tidak boleh menjual di atas harga eceran tertinggi yang telah disepakati," kata dia.

Menurut dia, pedagang mendapat keuntungan dari selisih kulakan dengan harga jual di konsumen. Agar tetap terpantau, lanjut dia, pihaknya menempelkan Daftar Harga Komoditas pada kios pedagang mitra kerja sama.

Pada program yang dilaksanakan Biro Perekonomian dan PT Jatim Graha Utama (JGU) itu, total di setiap pasar ada sekitar 10 hingga 30 pedagang yang dilibatkan.

Sebelumnya, timbul anggapan operasi pasar bisa menurunkan omzet pedagang sehingga dilakukan skema operasi pasar yang melibatkan pedagang merupakan implementasi dari gagasan Inisiatif, Kolaborasi, dan Inovasi (IKI).

Gagasan tersebut dicetuskan oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa untuk mengendalikan harga komoditas strategis.

Iwan menjelaskan barang yang dijual antara lain gula, beras, dan minyak goreng yang di setiap daerah melibatkan beberapa pasar. Misalnya di Surabaya sebanyak lima pasar, yaitu Pasar Pucang, Pasar Tambahrejo, Pasar Soponyono, Pasar Wonokromo, dan Pasar Genteng.

Dia menambahkan program kemitraan dengan pedagang merupakan upaya pemerataan yang selama ini operasi pasar digelar setiap akhir pekan. Saat ini, antusias masyarakat cukup besar dan tidak sedikit yang mengeluh karena mereka tak memiliki waktu ke pasar di akhir pekan.

"Warga yang tidak bisa belanja di akhir pekan, bisa datang ke pedagang tersebut," kata Iwan.

Di sisi lain, Pemprov Jatim juga menjamin kebutuhan bahan pokok aman menjelang Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 sehingga masyarakat tidak perlu melakukanpanic buying atau pembelian secara panik.

Direktur PT Jatim Graha Utama Mirza Muttaqien mengatakan pemerintah menyediakan bahan pokok dengan harga terjangkau, termasuk stok yang digelontor juga cukup besar sehingga bisa mencakup kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun ini.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement