Rabu 21 Dec 2022 21:27 WIB

629 Personel Satgas Gabungan Solo Amankan Natal dan Tahun Baru

Kunjungan wisatawan akan meningkat bersamaan dengan libur sekolah.

Rep: c02/ Red: Yusuf Assidiq
Apel persiapan pengamanan Nataru di Balai Kota Solo.
Foto: Muhammad Noor Alfian
Apel persiapan pengamanan Nataru di Balai Kota Solo.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Jelang perayaan Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 (Nataru), Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menggelar apel gabungan bersama potensi masyarakat dengan diikuti 629 personel Satuan Tugas (Satgas) guna mengamankan dan kelancaran selama momen Nataru mendatang.

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming mengatakan, Kota Solo menjadi salah satu di Jateng yang tidak pernah sepi dari daftar kunjungan wisatawan/masyarakat. Baik sebagai kota transit atau tujuan akhir bagi masyarakat yang hendak berlibur, apalagi menjelang Nataru.

"Dalam waktu dekat ada momen perayaan Natal 2022 dan Tahun Baru 2023. Ini menjadi momentum penting akhir tahun yang selalu diikuti dengan meningkatnya dinamika keamanan dan ketertiban masyarakat. Diperkirakan kunjungan meningkat signifikan pada Nataru 2022 yang bersamaan dengan libur sekolah banyak destinasi baru di kota ini yang bisa dikunjungi masyarakat," kata Gibran saat apel di Balai Kota Solo.

Gibran mengatakan selama pengamanan Natal tahun ini akan berkoordinasi dari berbagai elemen masyarakat beserta aparat keamanan guna menjaga situasi aman dan kondusif. Alasannya, semakin banyak yang terlibat semakin mudah untuk mendeteksi gangguan masyarakat lebih dini.

"Untuk itu diperlukan upaya yang komprehensif dari segenap aparat keamanan sekaligus dukungan penuh dari masyarakat agar situasi kondusif aman, tertib, dan lancar. Semakin banyak yang mengamankan semakin bagus, semakin banyak yang berpartisipasi kan semakin bagus juga. Semua elemen masyarakat gotong royong untuk mengamankan Nataru tahun ini," katanya.

Pihaknya juga mengimbau baik kepada tim gabungan Satpol PP, damkar, BPBD, dan linmas untuk dapat melaksanakan pengamanan terhadap ancaman gangguan ketertiban masyarakat yang mungkin terjadi selama Nataru.

"Jadi mohon dapat dipahami aturan-aturan yang terkait di dalamnya karena selain pengamanan tim juga mempunyai tugas untuk melakukan edukasi pada masyarakat. Melakukan juga koordinasi yang baik dengan unsur TNI, Polri, kecamatan, kelurahan, hingga ke perangkat RT RW untuk meminimalisir potensi gangguan serta deteksi dini sebelum gangguan muncul di tengah masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Satpol PP Solo, Arif Darmawan  mengatakan setidaknya 629 personel gabungan terlibat selama pengamanan Nataru. Personel tersebut terdiri delapan unsur.

Mulai dari Satpol PP, Dishub Kota Solo, BPBD, Damkar, PMI, Dinkes, Linmas, dan potensi masyarakat. "Potensi masyarakat terdiri dari satuan tugas yang tergabung yakni Pramuka, KNPI, Kokam Banser, Satgas LDII MTA, dan Satgas Bina mitra," tegas dia.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement