Kamis 22 Dec 2022 19:42 WIB

Tersangka Kanjuruhan Dibebaskan, Pengacara: Sudah Habis Masa Tahanannya

Sesuai dengan ketentuan, memang perkara ini masih dalam proses P-19.

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Fernan Rahadi
Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) Akhmad Hadian Lukita (tengah) berjalan memasuki gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (12/10/2022). Kedatangan salah satu tersangka tragedi Stadion Kanjuruhan, Malang itu untuk memenuhi panggilan penyidik Ditreskrimum Polda Jawa Timur.
Foto: ANTARA/Didik Suhartono
Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) Akhmad Hadian Lukita (tengah) berjalan memasuki gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (12/10/2022). Kedatangan salah satu tersangka tragedi Stadion Kanjuruhan, Malang itu untuk memenuhi panggilan penyidik Ditreskrimum Polda Jawa Timur.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Pengacara dari Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB), Akhmad Hadian Lukita, yakni Mustofa Abidin membenarkan jika kliennya telah dibebaskan dari rumah tahanan Mapolda Jatim. Mustofa menjelaskan, Lukita bebas demi hukum lantaran masa penahanannya sudah habis. Sementara berkas perkanya masih status P-19 atau dinyatakan belum lengkap oleh Jaksa Penuntut Umum.

"Yang jelas kemarin menjelang malam sudah saya jemput, sudah keluar dari tahanan. Karena kan sudah habis kemarin masa penahanannya. Istilahnya ini lepas demi hukum ya. Perkaranya masih dalam proses P-19 belum lengkap atau belum dinyatakan P-21 oleh penuntut umum," ujarnya dikonfirmasi Kamis (22/12).

Mustofa menjelaskan, sesuai dengan ketentuan, memang perkara ini masih dalam proses P-19. Artinya syarat-syarat materiil masih belum lengkap dan harus dipenuhi oleh penyidik. Namun demikian, kata dia, perkara ini belum berhenti. Maka dari itu pihaknya masih fokus mengikuti perkembangan masalah tersebut.

"Kalau ditanya apa yang dilakukan ke depan ya sementara klien kami masih fokus dengan perkara ini saja. Apalagi klien kami sudah tidak menjabat sebagai direktur LIB," ujarnya.

 

Mustofa mengaku kaget saat pertama kali Lukita ditetapkan tersangka karena dirasa tidak tepat. Namun demikian, kata dia, kliennya berkali-kali menegaskan akan tetap mengikuti proses hukum yang ada dan telah dijalankan oleh pihak kepolisian.

"Apabila sekarang sampai masa tahanan habis masih P-19, harapan saya selaku penasehat hukum kalau perkara ini tidak cukup bukti atau tidak memenuhi unsur, saya pikir tentu kepolisian bisa mempertimbangkan kelanjutan dari perkara Pak Hadian Lukita ini," kata Mustofa.

Namun demikian, Mustofa enggan berandai-andai kliennya bisa bebas sepenuhnya dan perkara yang menjeratnya tidak bisa berlangsung hingga tahap persidangan. Mustofa memilih fokus mengikuti perkembangan kasus yang menjerat kliennya yang disebutnya hingga saat ini masih dalam proses.

"Tapi sekali lagi, saya tidak mau berandai-andai. Saat ini kita masih fokus bahwa perkara ini memang masih dalam proses. Nanti seperti apa saya tidak mau berandai-andai," kata dia.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement