Sabtu 24 Dec 2022 06:37 WIB

Polresta Yogyakarta Kerahkan Ratusan Personel Selama Libur Nataru

Sejak H-3 menjelang Natal sudah banyak wisatawan yang masuk ke DIY.

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Fernan Rahadi
Pengamanan Stasiun Jelang Nataru di Yogyakarta (ilustrasi).
Foto: Republika/ Wihdan
Pengamanan Stasiun Jelang Nataru di Yogyakarta (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Kepolisian Resor Kota (Polresta) Yogyakarta mengerahkan lebih dari 200 personel untuk pengamanan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023. Ratusan personel tersebut akan melakukan pengamanan di beberapa titik keramaian, termasuk di kawasan wisata.

"Di Jalan Malioboro yang sangat krusial sekali menjelang Nataru. personel sudah disiapkan di tiap-tiap penggal di Malioboro. Keseluruhan personel kalau dari anggota Polri saja kurang lebih 200 lebih, itu sudah disiapkan," kata Kasatlantas Polresta Yogyakarta, Kompol Candra Lulus Widiantoro, Jumat (24/12/2022).

Chandra mengatakan, sejak H-3 menjelang Natal sudah banyak wisatawan yang masuk ke DIY, termasuk Kota Yogyakarta. Hal ini menyebabkan berbagai titik di Kota Yogyakarta sudah mulai mengalami kemacetan.

Pasalnya, di masa libur Nataru ini wisatawan yang datang lebih banyak menggunakan kendaraan pribadi dibandingkan dengan bus pariwisata. Tentunya, volume kendaraan juga bertambah signifikan di Kota Yogyakarta.

 

"Sudah mulai banyak titik-titik kepadatan arus lalu lintas. (Mulai dari) Titik Nol, simpang Gondomanan, Tugu, Jalan Affandi di perbatasan Gejayan," ujarnya.

Pihaknya juga sudah membentuk tiga posko pemantauan selama libur Nataru. Tiga posko tersebut ditempatkan di kawasan Tugu, di Pos Polisi Tetek, dan di Titik Nol.

"Juga menempatkan rambu penunjuk arah di beberapa titik agar wisatawan yang menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat tidak bertanya-tanya lagi," jelas Chandra.

Dinas Perhubungan (Dishub) DIY juga sudah menyebut bahwa wisatawan yang akan datang ke DIY lebih dari empat juta orang selama libur Nataru. Kepala Dishub DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti mengatakan, puncak arus masuknya wisatawan ke DIY diperkirakan terjadi pada 23 Desember 2022.

Sedangkan, puncak balik wisatawan diperkirakan akan terjadi pada 1 Januari 2023. Meski begitu, Made menyebut, tingginya mobilitas masyarakat di DIY akan terjadi pada 24 Desember 2022.

"Yang bermasalah justru di pertengahan ketika 24 (Desember wisatawan) stay disini. Maka mobilitas akan tinggi di DIY sendiri. Arus datang tidak mempengaruhi, tapi mobilitas di DIY yang mengakibatkan mungkin ada kemacetan dan dampak lainnya," kata Made.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement