Kamis 29 Dec 2022 17:03 WIB

Empat Titik Bantaran Bengawan Solo Ditanami 10 Ribu Bibit Pohon

Penanaman pohon sebagai upaya pencegahan erosi tanah.

Rep: c02/ Red: Yusuf Assidiq
Penanaman bibit pohon di bantaran Bengawan Solo untuk mencegah bencana banjir dan erosi, Kamis (29/12).
Foto: Dokumen
Penanaman bibit pohon di bantaran Bengawan Solo untuk mencegah bencana banjir dan erosi, Kamis (29/12).

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Korem 074/Warastratama menanam 10 ribu bibit pohon sepanjang bantaran Sungai Bengawan Solo, Kamis (29/12/2022). Penanaman pohon ini dimulai dari Kodim 0723/Klaten lanjut hingga Kodim 0727/Karanganyar disepanjang sungai tersebut.

Penanaman fokus pada empat titik. Yakni di wilayah Juiring Klaten, Sukoharjo, Urban Forest SOLO, dan Karanganyar. Dengan menggunakan perahu karet, Danrem 074/Warastratama Kolonel Inf Anan Nurakhman dan personilnya menyusur bengawan Solo.

Mereka berhenti pada empat titik tersebut, untuk mengawali penanaman bibit pohon. Danrem mengungkapkan penanaman pohon sebagai pencegahan erosi tanah pada pinggir sungai.

"Jadi kita upayakan dengan penghijauan ini. Meski tidak sehari ini selesai penanamannya," kata Anan. Meski proses penanaman tidak rampung hari ini, kegiatan terus dikebut hingga semua bibit habis.

 

Keuntungannya adalah untuk mencegah adanya  bencana mulai dari erosi, banjir, kekeringan, dan ekosistem sistem bantaran sungai dapat diatasi. "Sebenarnya masih banyak dampaknya seperti pelumpuran, pendangkalan, menghilangnya mata air bersih. Ini sebagai langkah antisipasi kita," tandas Anan.

Bibit pohon yang ditanam bervariasi, mulai pohon yang berbuah seperti sirsak, mangga, kelengkeng, dan sebagainya. Kemudian ada juga pohon kayu putih dan pohon yang dapat dimanfaatkan masyarakat dikemudian hari.

"Kami meneruskan perintah Presiden Jokowi untuk penghijauan, dan kita akan realisasi saat ini," kata Anan.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Solo Teguh Prakosa mengungkapkan penanaman pohon ini sekaligus menambah ruang hijau di wilayah Kota Solo. Mengacu pada UU Nomor 26/2007 tentang Penataan Ruang, menentukan bahwa proporsi ruang terbuka hijau kota minimal 30 persen dari luas wilayah.

"Saat ini Solo masih sekitar 20an persen, harus kita perjuangkan," ujarnya. Pihaknya juga sangat mendukung dengan adanya kegiatan penanaman pohon ini.

Pasalnya di beberapa titik terlihat bantaran sungai masih minim tanaman. "Saya lihat bantaran sungai ini masih gersang, penanaman akan kita manfaatkan sebaik mungkin hingga mencakup seluruh bantaran, mulai dari Pucang Sawit, Kampung Sewu, Sangkrah, hingga ke Mojo," tegasnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement