Ahad 01 Jan 2023 18:59 WIB

Mobil Damkar Terbaru Surabaya Dilengkapi Teknologi Drone Bawah Air

Alat ini berfungsi untuk menemukan korban di dalam air.

Petugas pemadam kebakaran bersiaga beserta sejumlah armada mobil pemadam kebakaran (ilustrasi)
Foto: ANTARA FOTO/Fikri Yusuf
Petugas pemadam kebakaran bersiaga beserta sejumlah armada mobil pemadam kebakaran (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Pemerintah Kota Surabaya di Provinsi Jawa Timur merupakan satu satunya kota di Indonesia yang memiliki mobil Heavy Duty Rescue atau mobil pemadam kebakaran yang didukung dengan kecanggihan teknologi. Mobil ini juga mampu mengangkat beban hingga 14 Ton.

"Jadi mobil rescue ini memberikan pelayanan terbaik bagi warga Surabaya. Ketika ada pohon tumbang, truk yang terguling, dan evakuasinya berat, maka kita bisa menggunakan mobil rescue ini untuk memulihkan kembali karena kekuatannya sampai 14 ton," kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di Surabaya, Ahad (1/1/2023).

Menurut dia, mobil yang diluncurkan pada Sabtu (31/12/2022) malam tersebut dinilai sebagai salah satu unit yang mampu memenuhi kebutuhan dan memberikan pelayanan optimal dalam hal kebakaran, penyelamatan, dan evakuasi kepada masyarakat Kota Surabaya.

Mobil rescue juga dilengkapi dengan berbagai komponen dengan kecanggihan teknologi yang dapat mempermudah personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya dalam melakukan penyelamatan dan evakuasi. Salah satunya adalah komponen Underwater Drone yang berfungsi untuk menemukan korban di dalam air.

 

"Ini ada drone di dalam air dan ada kameranya jadi bisa melihat dari atas. Semoga dengan adanya mobil rescue ini bisa maksimal dalam memberikan layanan dan bantuan kepada masyarakat," ujar dia.

Lebih lanjut, juga terdapat komponen Rescue Cutter, Rescue Spreaders, Rescue Rams, Rescue Strongarm dengan teknologi baterai dan mampu digunakan dalam air. Komponen ini berfungsi untuk memotong dan membuka pintu apabila terkunci pada saat kebakaran gedung/bangunan, korban terjebak dalam mobil.

Untuk itu, dia berharap dengan APBD Surabaya yang dikucurkan senilai Rp 17 miliar, maka mobil tersebut bisa membantu masyarakat di Kota Pahlawan.

"Semua kejadian bisa memanfaatkan mobil ini, jadi ada kelengkapan semuanya bisa untuk mengukur ketinggian. Ada alat ukurnya, jadi mobil ini sudah lengkap," kata Cak Eri panggilan lekatnya.

Sedangkan untuk rencana penambahan unit, Cak Eri mengaku, akan melakukan monitoring terhadap pelaksanaan proses penyelamatan dan evakuasi dengan penggunaan mobil rescue.

"Sambil kami lihat kejadiannya. Sebetulnya kami sudah punya yang lainnya, tapi kami lengkapi dengan mobil ini. Jadi kalau ada unit yang tidak bisa (evakuasi), maka diturunkan mobil ini. Karena dengan mobil Heavy Duty Rescue, ada berbagai kejadian sudah bisa kita tangani, sambil kita lihat kebutuhannya," ujar dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya Dedik Irianto mengatakan, berdasarkan kejadian atau peristiwa yang membutuhkan kecepatan dalam proses penyelamatan dan evakuasi, pihaknya menambah satu armada yang bernama mobil Heavy Duty Rescue.

"Armada ini kami butuhkan berdasarkan data kejadian, secara keseluruhan data untuk jumlah kebakaran menurun di tahun ini. Dari 644 kejadian kebakaran di 2021, menjadi 614 kejadian di 2022. Justru meningkat pada proses evakuasi, di 2021 adalah 670 kejadian, sedangkan di 2022 meningkat menjadi 1.370 kejadian," kata Dedi.

Berdasarkan data tersebut, mobil ini tidak hanya dioptimalkan dalam hal penanganan kebakaran, tetapi juga pada proses penyelamatan dan evakuasi. "Unit ini dengan kapasitas yang ada hanya satu-satunya di Indonesia, karena untuk crane mampu mengangkat berat sampai 14 ton. Selama ini crane kami hanya 3,5 ton untuk (evakuasi) mobil kecil," ujar dia.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini

Apakah internet dan teknologi digital membantu Kamu dalam menjalankan bisnis UMKM?

  • Ya, Sangat Membantu.
  • Ya, Cukup Membantu
  • Tidak
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement
Advertisement