Selasa 03 Jan 2023 18:25 WIB

Jumlah Kendaraan di Malang Meningkat 50 Persen Selama Nataru

Peningkatan signifikan terjadi di bagian utara Kabupaten Malang.

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Fernan Rahadi
Sejumlah kendaraan melintas di bawah lokasi Aksi Gantung Syal Aremania di jembatan penyeberangan jalan Ahmad Yani, Malang, Jawa Timur, Jumat (7/10/2022). Aksi tersebut dilakukan suporter Arema FC (Aremania) sebagai bentuk ungkapan duka sekaligus penyampaian tuntutan agar tragedi Kanjuruhan diusut tuntas.
Foto: ANTARA/Ari Bowo Sucipto
Sejumlah kendaraan melintas di bawah lokasi Aksi Gantung Syal Aremania di jembatan penyeberangan jalan Ahmad Yani, Malang, Jawa Timur, Jumat (7/10/2022). Aksi tersebut dilakukan suporter Arema FC (Aremania) sebagai bentuk ungkapan duka sekaligus penyampaian tuntutan agar tragedi Kanjuruhan diusut tuntas.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Jumlah kendaraan yang di Kabupaten Malang mengalami peningkatan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Bahkan, peningkatannya sempat mencapai 50 persen pada 25 Desember lalu. 

Kapolres Malang, AKBP Putu Kholis mengatakan, peningkatan signifikan terjadi di bagian utara Kabupaten Malang. Hal ini lebih tepatnya di area pintu keluar tol Singosari, Kabupaten Malang.

Sementara itu, lonjakan kendaraan hingga lebih dari 50 persen atau 20 ribu kendaraan terjadi pada arus lalu lintas  yang masuk dari arah utara dan arah timur Kabupaten Malang.

"Lalu masuk ke Kabupaten Malang maupun ke Kota Batu untuk berwisata," kata Putu Kholis saat menyampaikan hasil Operasi Lilin Semeru di Mapolres Malang, Selasa (3/1/2023).

Meskipun terjadi kepadatan, Putu Kholis mengklaim pihaknya masih mampu mengatasi hal tersebut. Sebab, instansinya bekerja sama dengan Dinas Perhubungan (Dishub) sehingga bisa melakukan pengaturan waktu lampu lalu lintas. Dengan demikian, pihaknya bisa memberikan prioritas bagi jalur yang menumpuk. 

"Kita beri prioritas untuk penambahan periode waktu lampu hijau dan kendaraan yang menumpuk bisa terurai," ucapnya.

Selanjutnya, Putu Kholis memastikan, proses pengamanan akan terus berlangsung hingga 5 Januari 2023. Bahkan, proses pengamanan dan pelayanan akan ditingkatkan oleh jajaran kepolisian dan sejumlah stakeholder. Hal ini penting mengingat masih ada wisatawan yang berlibur menikmati awal tahun di Malang dan Batu.

Terakhir, Putu Kholis memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh elemen yang turut bekerja sama menjaga dan mengamankan kegiatan. Hal ini ditunjukkan mulai dari TNI, Forkopimda, stakeholder, dan seluruh masyarakat Kabupaten Malang. Dia menyebut pihak kepolisian sangat terbantu dengan keterlibatan dan partisipasi dalam rangkaian kegiatan pengamanan selama Operasi Lilin Semeru 2022.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement