Kamis 26 Jan 2023 13:51 WIB

UGM Luluskan 906 Lulusan Pascasarjana

Setiap tahunnya, UGM meluluskan kurang lebih 4.100 mahasiswa program Pascasarjana.

Universitas Gadjah Mada (UGM) mewisuda sebanyak 906 lulusan program pascasarjana, di Grha Sabha Pramana, Rabu (23/1/2023).
Foto: Humas UGM
Universitas Gadjah Mada (UGM) mewisuda sebanyak 906 lulusan program pascasarjana, di Grha Sabha Pramana, Rabu (23/1/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Universitas Gadjah Mada (UGM) mewisuda sebanyak 906 lulusan program pascasarjana, di Grha Sabha Pramana, Rabu (23/1/2023). Wisudawan Program Pascasarjana Periode II Tahun Akademik 2022/2023 ini terdiri atas 756 lulusan Program Magister (S2), termasuk tiga wisudawan Warga Negara Asing, 90 lulusan Program Spesialis dengan tiga lulusan Program Subspesialis dan 48 lulusan Program Doktor (S3), termasuk dua wisudawan dari Warga Negara Asing.

Rektor Universitas Gadjah Mada Prof Ova Emilia dalam pidato sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada Wisudawan dan Wisudawati yang telah berhasil meraih gelar akademik jenjang S2, S3, Spesialis, Subspesialis, maupun Doktor di Universitas Gadjah Mada. 

"Selamat kepada Wisudawan dan Wisudawati program Pascasarjana yang telah diwisuda pada hari ini, dan menjadi bagian dari keluarga besar alumni Universitas Gadjah Mada. Kami berharap semoga Saudara sekalian senantiasa menjaga nama baik almamater dan menjunjung tinggi keutamaan jati diri UGM," kata Ova.

Ova juga berpesan agar para wisudawan tetap memiliki semangat belajar sepanjang hayat untuk menjadi pribadi yang adaptif, inovatif, kolaboratif, berdaya saing, dan berkarakter di manapun tempat bekerja dan berada.

"Bekal ilmu pengetahuan, keterampilan, dan kepribadian yang Saudara sekalian miliki saat ini sepenuhnya harus diabdikan untuk kepentingan dan kemaslahatan masyarakat," ujarnya dalam siaran pers, Kamis (26/1/2023).

Setiap tahunnya, kata Rektor, UGM meluluskan kurang lebih 4.100 mahasiswa program Pascasarjana. Namun begitu, jumlah tersebut bukan sekedar dalam jumlah angka, namun juga harus diikuti dengan peningkatan kualitas di dalamnya. Sebab komitmen untuk menjalankan pendidikan bermartabat, penelitian berdampak, dan pengabdian berkelanjutan telah menjadi fokus Universitas dalam meningkatkan kualitas lulusan, selaras dengan komitmen UGM untuk mencetak SDM unggul, berkarakter, adaptif, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun global. 

"Lulusan UGM harus menjadi pribadi yang utuh dan unggul agar mampu menjadi subjek perubahan serta terlibat dalam pemecahan masalah transnasional dan global," jelasnya.

Sebagai lulusan program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada, harus berani menggunakan seluruh bekal pengetahuan, keterampilan, dan karakter kepribadian yang dimiliki untuk mengatasi permasalahan di lingkungan sekitar, maupun untuk menghadapi kompleksitas  permasalahan pembangunan sosial masyarakat masa depan.

"Inilah bentuk tanggung jawab etis pengetahuan Saudara sekalian di program pendidikan Pascasarjana, bukan sekedar untuk memenuhi capaian gelar pendidikan," katanya.

Satria Yudha Adhitama, Wisudawan Magister Geografi dari Fakultas Geografi, dalam pidato sambutan wakil wisudawan mengatakan bahwa pengetahuan akademik, keterampilan dan wawasan baru yang ia dapatkan selama menjadi mahasiswa dapat menjadi bekal untuk bisa berkontribusi pada pembangunan masyarakat, bangsa dan negara.

"Semua pengetahuan yang kami miliki akan kami darma baktikan bagi bangsa dan negara dalam naungan Pancasila dan jati diri UGM yang sudah digaungkan sejak generasi terdahulu, saat ini, dan yang akan datang," katanya.

Sikap dan semangat untuk menjaga ketangguhan, keuletan dan kesantunan yang ia dapatkan selama kuliah di kampus UGM menurutnya akan membentuk karakter dirinya dan para lulusan UGM menjadi pribadi yang tangguh dan mampu menjaga harmonisasi dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan.

Seperti diketahui, pada periode wisuda kali ini masa studi rata-rata untuk Program Magister adalah dua tahun empat bulan, dan waktu studi tercepat diraih oleh Martinus Nuherwan Desyardi dari Program Studi Magister Ilmu Kedokteran Klinis, Fakultas  Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan, yang menyelesaikan studinya dalam waktu satu tahun satu bulan 10 hari. Sedangkan rerata usia lulusan Program Magister  periode ini adalah 29 tahun enam bulan 16 hari. Predikat lulusan termuda diraih oleh M Faqih Naufal dari Prodi Ilmu Administrasi Publik, Fakultas  Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dengan usia 22 tahun 4 bulan 4 hari. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) rata-rata untuk lulusan Program Magister (S2) periode ini adalah 3,72.

Pada lulusan program Magister (S2) periode ini terdapat tujuh orang lulusan yang memiliki IPK tertinggi 4,00 sekaligus berpredikat Pujian, satu di antaranya adalah Saudari Imawan Daru Prasetya dari Program Studi Magister Sains Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan.

Untuk Program Spesialis, masa studi rata-rata adalah empat tahun tiga bulan, dan waktu studi tercepat diraih oleh Saudari Niken Olivia Elisabet dari Program Studi Periodonsia, Fakultas Kedokteran Gigi, yang menyelesaikan studinya dalam waktu dua tahun 10 bulan 12 hari sekaligus sebagai lulusan termuda lulusan Program Spesialis periode ini dengan usia 27 tahun 10 bulan 24 hari, dari rerata usia lulusan 34 tahun enam bulan 16 hari. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) rata-rata untuk lulusan Program Spesialis adalah 3,74. Adapun IPK tertinggi untuk Program Spesialis diraih Saudari Leny Aggitya Udiyanto dari Program Studi Ortodonsia, Fakultas Kedokteran Gigi, dengan IPK 4,00 sekaligus berpredikat Pujian.

Untuk Program Subspesialis, masa studi rata-rata adalah 2 tahun 3 bulan, dengan waktu studi tercepat diraih oleh Nedya Safitri yang menyelesaikan studinya dalam waktu dua tahun tiga bulan enam hari. Rerata usia lulusan adalah 46 tahun dua bulan sembilan hari. Lulusan termuda adalah Danar Anggrahini Kusuma Dewi dari Program Studi Subspesialis Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan, yang menyelesaikan studinya pada usia 40 tahun tiga bulan 13 hari. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) Rata-rata untuk Program Subspesialis adalah: 3,82. IPK tertinggi diraih Nedya Safitri dari Program Studi Subspesialis Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan, dengan IPK 3,84 sekaligus berpredikat Pujian.

Untuk Program Doktor, masa studi rata-rata adalah empat tahun 11 bulan dengan waktu studi tercepat diraih oleh Muthia Rahayu Iresha dari prodi Doktor Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam yang menyelesaikan masa studinya dalam waktu tiga tahun dua bulan 13 hari, sekaligus sebagai lulusan termuda periode ini yang berhasil meraih gelar Doktor pada usia 26 tahun delapan bulan 19 hari dari rerata usia lulusan 42 tahun enam bulan 14 hari. IPK rata-rata lulusan Program Doktor (S3) periode ini adalah: 3,87. Terdapat empat wisudawan yang memiliki IPK tertinggi 4,00, sekaligus memiliki berpredikat Pujian, di antaranya adalah Arsad Ragandhi  dari Program Studi Doktor Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan, Sekolah Pascasarjana.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement