Rabu 08 Mar 2023 09:24 WIB

Jateng Kembali Serap Produk UMKM Lokal dengan Program Parsel Lebaran

Program yang digulirkan sejak tahun 2021 ini mendapatkan respons positif.

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Fernan Rahadi
Perajin menyelesaikan pembuatan parsel batik di Desa Karangmalang, Gebog, Kudus, Jawa Tengah, Rabu (27/4/2022). Permintaan parsel batik yang berisi sajadah batik, sarung batik hingga mukena batik yang di pasarkan hingga ke kota jakarta, surabaya dan makasar dengan harga Rp150 ribu-Rp500 ribu per paket tersebut meningkat hingga 50 persen menjelang lebaran Idul Fitri 1443 H.
Foto: ANTARA/Yusuf Nugroho
Perajin menyelesaikan pembuatan parsel batik di Desa Karangmalang, Gebog, Kudus, Jawa Tengah, Rabu (27/4/2022). Permintaan parsel batik yang berisi sajadah batik, sarung batik hingga mukena batik yang di pasarkan hingga ke kota jakarta, surabaya dan makasar dengan harga Rp150 ribu-Rp500 ribu per paket tersebut meningkat hingga 50 persen menjelang lebaran Idul Fitri 1443 H.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Para Pelaku UMKM di Jawa Tengah siap-siap kecipratan berkah Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriyah. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah, kembali menggelar program Parsel Lebaran dengan memprioritaskan beragam produk UMKM lokal.

Dalam program ini, Pemprov Jawa Tengah kembali berkolaborasi dengan Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Asosiasi Pengusaha Oleh Oleh (ASPOO) dan sebuah perusahaan e-commerce local (Blibli.com).

"Program ini untuk menyerap berbagai produk UMKM lokal di Jawa Tengah dalam bentuk parsel lebaran," kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah, Ema Rachmawati, di gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Selasa (7/3/2023).

Menurutnya, program yang digulirkan sejak tahun 2021 ini mendapatkan respons positif dari masyarakat. Pada Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini diperkirakan respon masyarakat akan semakin besar.

Sehingga nilai transaksi penyerapan produk UMKM lokal Jawa Tengah akan terus meningkat. "Kami menargetkan penjualan program parsel lebaran tahun ini akan mampu menembus angka transaksi mencapai Rp 5 miliar," katanya.

Ema menjelaskan, pada tahun pertama program parsel lebaran (2021), nilai penjualan produk UMKM lokal mencapai Rp 2,1 miliar dan jumlah ini melonjak pada tahun kedua (2022) dengan nilai penjualan mencapai Rp 4,18 miliar.

Salah satu faktornya, tahun ini produk UMKM yang ikut dalam program parsel Lebaran lebih bervariasi. Selain produk makanan-minuman, juga ada craft, pakaian dan juga sembako. Seluruh produk tersebut telah melalui kurasi.

Pada tahun ini, jumlah UMKM yang dilibatkan dalam program parsel lebaran juga terus bertambah, total mencapai 125 UMKM. Jumlah ini lebih banyak jika dibanding tahun 2022 lalu yang hanya melibatkan sebanyak 80 UMKM.

UMKM yang dilibatkan ini berasal dari 34 kabupaten/kota di Jawa Tengah dan hanya Kabupaten Grobogan yang tidak terlibat. Proses produksi dan pemenuhan kebutuhan untuk program parsel lebaran ini telah dimulai. “Ini sudah berlangsung sampai nanti menjelang lebaran," jelasnya.

Untuk pemesanannya, masih kata Ema, bisa dilakukan melalui katalog yang dapat diunduh melalui link bit.ly/KatalogParcelJateng-2023. Pemesanan juga bisa dilayani melalui call center ASPOO.

Sedangkan bagi masyarakat umum baik dari dalam maupun luar provinsi yang berminat untuk membeli bisa memesan melalui marketplace Blibli. "Teman- teman ASPOO telah menyiapkan armada untuk pelayanan pembelian luar daerah," ujarnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno menambahkan, program ini merupakan bentuk kepedulian Pemprov Jawa Tengah bagi pemberdayaan UMKM yang ada di daerahnya.

"Sebagai bentuk dukungan, kami juga mendorong para ASN untuk berpartisipasi membeli produk UMKM melalui program parsel lebaran ini," katanya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Tengah Rahmat Dwisaputra menyampaikan, program ini merupakan wujud sinergi antar stakeholder untuk mengembangkan UMKM di Jawa Tengah.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement