Jumat 17 Mar 2023 08:49 WIB

Masjid Kampus UGM Sediakan Buka dan Sahur Gratis pada Bulan Ramadhan

Total akan ada 12 tokoh yang mengisi tausiyah subuh.

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Fernan Rahadi
Suasana Masjid Kampus UGM yang berlokasi di lingkungan UGM, Cangkringan, Depok, Kabupaten Sleman, DIY, Kamis (16/3/2023).
Foto: Republika/Silvy Dian Setiawan
Suasana Masjid Kampus UGM yang berlokasi di lingkungan UGM, Cangkringan, Depok, Kabupaten Sleman, DIY, Kamis (16/3/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Ketua Panitia Ramadhan Masjid Kampus (Maskam) Universitas Gadjah Mada (UGM), Axel Milbarindra, memastikan bahwa Masjid Kampus UGM akan menyediakan makanan untuk berbuka secara gratis untuk mahasiswa dan umum selama bulan Ramadhan. Sebanyak 1.000 porsi nasi boks akan disediakan setiap harinya.

"Silakan bagi mahasiswa yang akan datang mengambil saja. Biasanya kita bagi kupon itu ketika kajian, nanti mereka tukarkan menjelang buka. Untuk jumlahnya yang berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun lalu karena kita masih Covid-19 sehingga terbatas. Kalau tahun ini kita rata-rata 1.000 untuk setiap harinya," kata Axel kepada Republika beberapa waktu lalu.

Selain itu Maskam UGM juga akan menyediakan sahur gratis. Sebanyak 200 porsi nasi boks disiapkan setiap harinya. "Untuk sahur kita 200 rencana, cukup banyak menurut kami, semoga bisa lebih," ujarnya. 

Selain itu, Maskam UGM juga akan mengundang mahasiswa yang ada di asrama UGM untuk bisa mengikuti kegiatan sahur bersama di Maskam UGM. Tidak hanya asrama UGM, rencananya Maskam UGM juga akan mengundang mahasiswa-mahasiswa di luar asrama UGM seperti asrama daerah dan yatim piatu. 

 

"Jadi kita akan berikan undangan khusus, kita data berapa jumlahnya di masing-masing asrama itu nanti kita gilir kita undang di tiap-tiap sesi supaya bisa sahur bersama di sini," ucapnya. 

Dalam kegiatan sahur bersama tersebut juga akan dilaksanakan tausiyah yang akan disampaikan tokoh-tokoh nasional. Total akan ada 12 tokoh yang mengisi tausiyah subuh.

"Kita putuskan di satu pekan itu kurang lebih tiga lah. Total ada 12 pembicara dan itu tokoh-tokoh nasional yang kita undang yang mungkin merepresentasikan dari berbagai ormas, sebut saja Prof Abdul Muti dari PP Muhammadiyah, kemudian ada ustaz Jeje Zaenudin ketua umum Persis, serta ada beberapa tokoh perwakilan ormas di Indonesia kita wadahi di situ sebagai masjid kampus yang boleh dibilang episentrum lah untuk  gagasan dan kita membuka diri ke semua kalangan," ungkapnya. 

Sama seperti sebelumnya, kajian Samudra juga akan digelar sebelum berbuka. Selain itu Maskam UGM juga menyediakan sahur gratis bagi mahasiswa yang ingin melakukan iktikaf pada 10 hari terakhir Ramadhan. 

"Silakan bagi masyarakat yang ingin iktikaf di 10 hari terakhir atau hari-hari sebelumnya untuk datang saja ke Maskam. dan mereka bebas untuk sahur memilih sendiri sebebas mereka, kita hanya fasilitas semacam angkringan, dan nanti mereka bebas mengambil di angkringan itu," katanya. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement