Rabu 22 Mar 2023 09:34 WIB

Pergerakan Penumpang di Bandara Juanda Meningkat

Trafik saat ini baru 70 persen jika dibandingkan kondisi sebelum pandemi Covid-19.

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Fernan Rahadi
Sejumlah pesawat udara terparkir di apron Bandara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo, Jawa Timur, beberapa waktu lalu.
Foto: ANTARA FOTO/Umarul Faruq
Sejumlah pesawat udara terparkir di apron Bandara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo, Jawa Timur, beberapa waktu lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, SIDOARJO -- Awal Ramadhan 1444 Hijriyah yang berdekatan dengan Hari Raya Nyepi Saka 1945 berdampak pada peningkatan pergerakan penumpang di Bandar Udara Internasional Juanda. General Manager Bandar Udara Internasional Juanda Sisyani Jaffar menjelaskan, berdasarkan data trafik pengelola bandara, sepekan terakhir jumlah penumpang di Bandara Juanda mencapai 243.258 orang. 

"Meningkat 6 persen jika dibanding jumlah penumpang di pekan sebelumnya yang hanya 229.481 penumpang," kata Sisyani, Rabu (22/3/2023).

Sisyani menjelaskan, jumlah penumpang mencapai lebih dari 40 ribu sejak Jumat hingga akhir pekan lalu. Bahkan trafik pada Jumat (17/3/2023) menvapai 43.193 penumpang, yang sementara ini menjadi yang tertinggi sepanjang 2023. Meski demikian, Sisyani mengaku trafik saat ini baru sekitar 70 persen jika dibanding kondisi sebelum pandemi Covid-19.

"Di masa normal yang lalu (sebelum Covid-19) rata-rata harian kami bisa melayani 55 hingga 60 ribu penumpang di periode peak season," ujarnya.

Disinggung terkait operasional bandara saat Nyepi, ia menjelaskan, Bandara Juanda akan tetap normal beroperasi meski tidak melayani rute dari dan menuju Bali. Pemberhentian operasional sementara rute dari dan menuju Bali ini dilakukan karena Bandara I Gusti Ngurah Rai tidak melayani operasional penerbangan saat nyepi, tepatnya mulai 22 Maret 2023 pukul 06.00 WITA hingga 23 Maret 2023 pukul 06.00 WITA.

"Hal ini sudah menjadi kegiatan rutin tahunan yang dilaksanakan pada saat nyepi dan pemberitahuan tersebut sudah disosialisasikan kepada seluruh pengelola bandara ataupun kepada calon penumpang," ujar Sisyani.

Menurut Sisyani, setidaknya ada 12 penerbangan tujuan Surabaya-Bali dan sebaliknya, yang tidak dioperasikan selama nyepi. Penerbangan tersebut dilayani oleh Lion Air dengan lima frekuensi penerbangan, kemudian Air Asia dan Citilink tiga kali penerbangan, dan Garuda Indonesia sekali penerbangan pulang-pergi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement