Sabtu 25 Mar 2023 08:20 WIB

Yogyakarta Gencarkan Patroli Keamanan dan Ketertiban Selama Ramadhan

Diharapkan masyarakat dapat melaksanakan ibadah Ramadhan dengan tenang.

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Yusuf Assidiq
Anggota kepolisian melakukan razia minuman keras (miras) di sejumlah tempat guna menciptakan situasi yang lebih kondusif bagi ibadah di bulan suci Ramadhan (ilustrasi)
Foto: Polres Semarang
Anggota kepolisian melakukan razia minuman keras (miras) di sejumlah tempat guna menciptakan situasi yang lebih kondusif bagi ibadah di bulan suci Ramadhan (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Penjabat (Pj) Wali Kota Yogyakarta, Sumadi mengimbau masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban, terutama di bulan Ramadhan ini. Dengan begitu, diharapkan masyarakat dapat melaksanakan ibadah Ramadhan dengan tenang dan aman.

"Seperti tahun-tahun kemarin kita ciptakan kondisi kota Yogyakarta yang adem ayem," kata Sumadi. Ia Sumadi juga meminta agar masyarakat yang tidak melaksanakan ibadah puasa dapat saling menghormati.

Salah satunya, dengan tidak makan di tempat umum di waktu puasa. Polresta Yogyakarta juga sudah menyebut bahwa akan memasifkan patroli atau razia selama Ramadhan ini.

Misalnya, razia sepeda motor yang menggunakan knalpot brong dalam rangka menciptakan suasana tenang dan nyaman di Kota Yogyakarta.

"Kita tidak henti-hentinya untuk melaksanakan kegiatan razia terkait dengan masalah knalpot brong," kata Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Saiful Anwar di Mapolresta Yogyakarta.

Tidak hanya itu, patroli yang dilakukan usai shalat Tarawih hingga waktu sahur juga digencarkan selama Ramadhan. Patroli ini dilakukan utamanya untuk mencegah terjadinya kejahatan jalanan.

Hal ini mengingat kejahatan jalanan yang sering terjadi di Kota Yogyakarta dilakukan pada saat malam hingga dini hari. Terlebih, di bulan Ramadhan dipastikan akan ada masyarakat yang melaksanakan sahur on the road.

"Kta sudah membuat perencanaan terkait permasalahan antisipasi itu. Nanti kita akan melaksanakan kegiatan patroli disaat jam-jam rawan, terutama setelah Tarawih maupun menjelang sahur," ujarnya.

Termasuk razia minuman keras (miras) selama Ramadhan yang juga terus dimasifkan, khususnya miras oplosan. Saiful menyebut, razia miras ini penting dilakukan mengingat berbagai kejahatan terjadi yang diawali dengan mengkonsumsi miras.

"Kejahatan jalanan itu diawali, pemicunya karena mereka mengkonsumsi itu, baik miras ataupun narkoba. Jadi karena terpengaruh dengan miras dan obat-obatan berbahaya, akhirnya mereka mudah terpancing melakukan kejahatan jalanan, makanya kita sangat konsen masalah itu," tambah Saiful.

"Operasi akan selalu kita lakukan terus Ramadhan ini agar tetap aman, nyaman. Dan saudara-saudara kita yang melaksanakan ibadah puasa agar bisa melaksanakan ibadah dengan tenang dan nyaman," lanjutnya.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement