Senin 03 Apr 2023 06:17 WIB

UMM Adakan Sahur Barbeque Bersama Tukang Becak hingga Ojol

Sahur unik ini diadakan bukan tanpa alasan.

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Fernan Rahadi
Tim Mobil KaCa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melakukan sahur on the road (SOTR) dan barberque di kawasan Alun-Alun Kota Malang, beberapa waktu lalu.
Foto: Humas UMM
Tim Mobil KaCa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melakukan sahur on the road (SOTR) dan barberque di kawasan Alun-Alun Kota Malang, beberapa waktu lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Sahur on the road (OTR) saat Ramadhan dengan membagikan bungkusan makanan sudah biasa. Namun hal unik dilakukan oleh tim Mobil Kamis Membaca (KaCa) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), yakni sahur dengan memanggang daging dan barbeque pada 1 April 2023 ini di Alun-alun Kota Malang. 

Ada banyak yang turut duduk, mengobrol, memanggang, dan sahur bersama di lokasi. Dimulai dari tukang becak, ojek online (ojol), musafir, bahkan mereka yang tidak sengaja lewat.

Kepala Humas UMM, M Isnaini menjelaskan, sahur unik ini diadakan bukan tanpa alasan. Tim Mobil KaCa Kampus Putih ingin memberikan kesempatan bagi kaum marjinal untuk merasakan makanan yang seringkali dianggap mewah. "Apalagi selama ini mereka hanya hanya bisa melihatnya dan mendengarnya dari media sosial atau televisi," katanya.

Dia mencontohkan ojol yang sering hanya membelikan dan mengantarkan bahan-bahan barbeque ke pembeli. Mereka hanya mengantarkannya tanpa bisa menikmati secara nyata. Maka, di kesempatan Ramadan kali ini, pihaknya berupaya untuk berbagi berkah ke mereka untuk dapat sahur bersama melalui agenda barbeque.

 

Tidak hanya masak dan makan, sahur OTR dan barbeque ini juga mengajak para masyarakat untuk mengobrol dan berkeluh kesah. Krisna, sapaan akrabnya mengatakan, ‘sahur bareng’ itu tidak hanya memberi makanan tetapi harus ada interaksi sebagai makhluk sosial. Bahkan, juga bercanda tawa dan saling mendengarkan satu dengan yang lain.

Ia dan tim memang sengaja menyasar para tukang becak, ojol dan musafir yang seringkali tidak dipedulikan. Maka, momen Ramadhan menjadi saat yang tepat untuk bersilaturahim dan saling berbagi. “Di bulan suci ini juga merupakan saat yang tepat untuk mengembalikan sikap kemanusiaan yang hilang karena kesibukan dunia di sebelas bulan lain,” kata Krisna.

Sementara itu, agenda sahur barbeque disambut baik oleh Slamet, salah satu tukang becak yang turut makan bersama. Menurutnya, baru kali ini ia mendapati sahur bareng dengan membuka peralatan lengkap. Ada meja, kursi, panggangan, dan juga nasi kotak. Di sana, ia juga bisa saling mengobrol dan bercanda tawa sembari menunggu subuh datang.

“Kami turut memanggang dan makan bersama. Teman-teman dari UMM juga sangat ramah. Tidak hanya memberikan makanan dan diam saja. Bahkan membagikan topi bagi para tukang becak agar tidak kepanasan saat bekerja nanti siang,” katanya.

Slamet berharap, agenda berbagi tidak hanya dilakukan saat Ramadhan tetapi juga bisa dilaksanakan di bulan-bulan lainnya. Dia pun mendorong teman-teman lain juga bisa meniru UMM yang tidak hanya membagi makanan saat sahur, tetapi juga membagi rasa kemanusian bersama dengan berinteraksi.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement