Kamis 13 Apr 2023 15:34 WIB

Pakar UGM Sampaikan Tips Mengatur Keuangan Jelang Lebaran

Dalam kondisi sekarang sebaiknya mengedepankan kesederhanaan.

Ilustrasi perencanaan keuangan. Foto: Tahta Aidilla/Republika
Foto: Tahta Aidilla/Republika
Ilustrasi perencanaan keuangan. Foto: Tahta Aidilla/Republika

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Hari raya Lebaran selalu identik dengan pakaian baru, kue lebaran, dan masakan spesial. Tidak heran di saat menjelang lebaran masyarakat berbondong-bondong datang ke pasar, supermarket, hingga mal untuk berbelanja kebutuhan. Belanja lebaran jika tidak dikelola dengan bijak dengan menahan diri untuk banyak berbelanja bisa menyebabkan pengeluaran jadi berlebihan bahkan bisa menguras isi kantong.

Dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM, Akhmad Akbar Susamto menyampaikan setiap orang dapat berhemat dengan mengelola keuangan dengan bijak untuk tidak dihabiskan sepenuhnya untuk kebutuhan Lebaran dengan membuat perencanaan anggaran dengan kebutuhan skala prioritas.

"Mulailah dengan membuat anggaran dan prioritas untuk pengeluaran Idul Fitri termasuk zakat, sedekah, hadiah, pakaian, makanan dan aktivitas lainnya. Ini akan membantu menghindar pengeluaran berlebihan dan menjaga keuangan tetap terkendali," kata Akbar, Rabu (12/4/2023).

Ia menyarankan sebaiknya melakukan belanja Lebaran lebih awal karena dengan berbelanja lebih awal sebelum mendekati hari lebaran justru dapat menghindarkan dari sikap ketergesa-gesaan dengan tawaran harga barang kebutuhan yang lebih tinggi. "Bandingkan harganya, cari obral, dan diskon jika memungkinkan," jelasnya.

 

Selain itu, saat belanja lebaran sebaiknya difokuskan pada hal-hal fungsional saja. Sementara itu, untuk kebutuhan lain yang bersifat tidak fungsional sebaiknya dihindari.

Apabila memiliki kelebihan uang, ia menyarankan untuk digunakan membantu masyarakat yang membutuhkan atau bersedekah. Tidak sedikit di sekitar lingkungan tempat tinggal kita pendapatannya menurun karena dampak pandemi atau menjadi korban PHK. "Jika ada kelebihan uang sangat disarankan untuk membantu yang kesusahan," tuturnya.

Namun yang tidak kalah lebih penting dalam kondisi sekarang ini alangkah baiknya kita lebih menjaga dan mengedepankan kesederhanaan dan fokus pada semangat Idul Fitri yang sebenarnya, yaitu silaturahim serta menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman untuk saling maaf-memaafkan.

Yuk gabung diskusi sepak bola di sini ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement