Senin 01 May 2023 14:47 WIB

Solo Adem Ayem, Tak Ada Demonstrasi Peringatan Hari Buruh 1 Mei 

Terdapat 1.083 bantuan yang dibagikan pada para serikat pekerja dan buruh.

Rep: Muhammad Noor Alfian Choir/ Red: Fernan Rahadi
Seorang menikmati pemandangan di kawasan taman Bendung Tirtonadi, Solo, Jawa Tengah, Rabu (16/2/2022). Penataan taman di kawasan bantaran sungai Kali Pepe tersebut diharapkan mampu menjadi sarana rekreasi dan wisata baru di Kota Solo. A
Foto: ANTARA/Mohammad Ayudha
Seorang menikmati pemandangan di kawasan taman Bendung Tirtonadi, Solo, Jawa Tengah, Rabu (16/2/2022). Penataan taman di kawasan bantaran sungai Kali Pepe tersebut diharapkan mampu menjadi sarana rekreasi dan wisata baru di Kota Solo. A

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Tak ada aksi demonstrasi pada Peringatan Hari Buruh Internasional di Solo yang jatuh hari ini, Senin (1/5/2023). Namun, terdapat pembagian sembako di Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) bertajuk Solo Peduli Buruh dan Pekerja.

"Puncak May Day hari ini kita adakan Solo Peduli Pekerja dan Buruh kita mengakomodir dari serikat pekerja dan serikat buruh," kata Kepala Disnaker Solo, Widyastuti, Senin.

Widyastuti mengungkapkan terdapat 1.083 bantuan yang dibagikan pada para serikat pekerja dan buruh. Namun, ia mengatakan yang utama adalah bagi mereka yang tidak menerima THR dan ber-KTP Kota Solo. 

"Kita mengakomodir daripada aduan perusahaan dan serikat buruh yang tidak menerima tunjangan hari raya (THR) sesuai ketentuan. Sehingga bapak wali kota berkenan memberikan bantuan presiden (banpres)," katanya. 

 

"Bantuannya berupa paket sembako, ada minyak beras," katanya menambahkan.

Selain itu, Widyastuti mengungkapkan bahwa per tanggal 29 Maret lalu pihaknya sudah menerima 65 aduan terkait penerimaan THR. Ia mengungkapkan terdapat aduan personal maupun dari beberapa karyawan perusahaan.

"Semua sudah kita tindaklanjuti sesuai dengan batas kewenangan kami. Ada 10 yang kami naikan ke Satwasker (satuan pengawas kerja-Red) provinsi agar ditindaklanjuti daripada sisi regulasi seperti itu. Untuk yang lain sudah memberikan solusi. Dan rata-rata yang dicicil sudah ada kesepakatannya jadi dari perusahaan dan dari serikat buruh sudah ada kesepakatan," ujarnya.

Selain itu, bertepatan dengan hari buruh internasional Widyastuti berharap agar buruh di kota Solo bisa bekerja sama untuk membuat suasana tetap kondusif. Ia berharap apabila ada masukan atau saran agar disampaikan selain dengan turun ke jalan.

"Tentunya di Kota Solo tetap kondusif aman. Kami berharap serikat pekerja dan buruh bekerja sama berkolaborasi menciptakan kota Solo yang akan bekerja sama dengan kami. Jika ada masalah apa pun itu sebagai aspirasi mohon bisa disampaikan dengan cara yang lebih bermartabat, tanpa harus turun ke jalan untuk membuat aksi-aksi," ujarnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement