Jumat 19 May 2023 22:03 WIB

Kiai Sepuh NU Ungkap Sosok yang Pantas ‘Wakili’ Nahdliyin di Pilpres, Siapa?

Ini adalah ikhtiar agar kepemimpinan nasional mendatang ada keterwakilan NU.

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Yusuf Assidiq
  Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Girikusumo, Mranggen, KH Munif Zuhri (Mbah Munif), pada acara ‘Rembug Kebangsaan Kiai Sepuh Nahdlatul Ulama se-Jawa’ yang dihelat di Pesantren Girikusumo, Banyumeneng, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak.
Foto: Dokumen
Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Girikusumo, Mranggen, KH Munif Zuhri (Mbah Munif), pada acara ‘Rembug Kebangsaan Kiai Sepuh Nahdlatul Ulama se-Jawa’ yang dihelat di Pesantren Girikusumo, Banyumeneng, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak.

REPUBLIKA.CO.ID, DEMAK -- Kalangan kiai sepuh Nahdlatul Ulama (NU) se-Jawa angkat bicara terkait aspirasi warga Nahdliyin pada Pilpres 2024. Hal itu mengemuka pada forum  ‘Rembug Kebangsaan Kiai Sepuh Nahdlatul Ulama se-Jawa’ yang dihelat di Pesantren Girikusumo, Banyumeneng, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah.  

Seperti diungkapkan Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Girikusumo, Mranggen, KH Munif Zuhri, Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus Muhaimin merupakan sosok yang pantas untuk mewakili NU dalam kontestasi Pilpres 2024.

Mbah Munif sapaan akrab KH Munif Zuhri bahkan menyatakan kesiapannya untuk sama-sama berjuang bersama Gus Muhaimin dalam mewujudkan aspirasi kalangan kiai sepuh NU se-Jawa ini.

Hal ini sebagai bagian dari ikhtiar agar kepemimpinan di negeri ini ada keterwakilan NU. “Siapa lagi, kalau bukan Gus Muhaimin Iskandar,” jelasnya, Jumat (19/5/2023).

 

Ihwal aspirasi para kiai sepuh NU ini, lanjut Mbah Munif, telah ditegaskan dalam forum yang juga dihadiri langsung oleh Ketum PKB, Abdul Muhaimin Iskandar.

Sejumlah kiai sepuh Jateng hadir dalam forum ini, antara lain KH Badawi Basyir dari Kudus, KH Hanif Ismail (Semarang), KH Nur Hidayatullah (Wonosobo), KH Musyafa Zein (Grobogan), dan KH Anis Maftuchin (Semarang).

Termasuk sejumlah anggota DPR RI, seperti Fathan Subhi, KH Alamudin Dimyati Rois, Marwan Jafar, Abdul Kadir Karding, serta anggota DPRD Jawa Tengah yang hadir seperti H Sukirman, Fuad Hidayat, Abdul Hamid, Ida NS, Zein Adv, Deni Septivian, Chamim Irfani, Rosidah, dan Ketua FPKB Syarif Abdillah

Menurut Mbah Munif, Gus Muhaimin merupakan sosok yang memenuhi berbagai persyaratan untuk memimpin negeri ini, baik sebagai calon presiden (capres) maupun sebagai calon wakil presiden (cawapres).

Apakah pada Pilpres 2024 nanti harus menjadi capres atau cawapres, sepenuhnya diserahkan kepada Gus Muhaimin bersama dengan parpol pengusung. “Saya minta doa restunya, semoga aspirasi ini bagian dari perjuang ke-NU-an saya,” tegas Mbah Munif.

Sementara itu, KH Hanif Ismail menambahkan, apa yang disampikan Mbah Munif sudah jelas. Sebagai jamiyah (organisasi), NU memang tidak mengurusi politik praktis.

Akan tetapi sebagai jamaah boleh, khususnya dalam menentukan siapa sosok yang dinilai layak menjadi pemimpin di negeri ini, baik di eksekutif maupun legislatif.

Kiai Hanif pun setuju dengan sosok Gus Muhaimin yang ‘berangkat’ dari keluarga bahkan juga keturunan salah satu pendiri NU. “Saya hanya nderek (mengikuti), bagaimana kita mengupayakan agar ada perwakilan NU,” jelasnya.

Sementara itu, Gus Muhaimin menyatakan, PKB akan tetap menjadi penentu dalam peta politik 2024. Alasannya sederhana, ibarat kekuatan, PKB itu punya blok suara sendiri dan siapa yang mendapat blok itu pasti menang.

Oleh karena itu, ia terus merawat kekuatan tersebut, meski membuat sejumlah kelompok lain tak senang. “Tapi alhamdulillah, karena kita selalu ditunggui, didoakan, dan di back up para kiai,” tambah dia.

PKB, lanjut Gus Muhaimin, terus mengalami peningkatan suara atau kursi, seperti di Jateng. “Ini karena PKB tidak sekadar menawarkan visi, tapi langkah konkret untuk memberi solusi kepada masyarakat,” katanya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement