Sabtu 27 May 2023 13:35 WIB

Korban Klitih di Yogyakarta Alami Tiga Luka Sayatan di Tangan Kiri

Para pelaku melakukan penganiayaan menggunakan pisau cutter.

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Yusuf Assidiq
Warga membubuhkan tanda tangan pada kain saat pernyataan sikap Aksi Warga Jogja Lawan Klitih di kawasan Titik Nol KM, Yogyakarta. (ilustrasi)
Foto: ANTARA/Andreas Fitri Atmoko
Warga membubuhkan tanda tangan pada kain saat pernyataan sikap Aksi Warga Jogja Lawan Klitih di kawasan Titik Nol KM, Yogyakarta. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Kejahatan jalanan atau yang biasa disebut warga DIY sebagai klitih kembali terjadi di Kota Yogyakarta, tepatnya di kawasan Taman Pintar, Sabtu (27/5/2023) dini hari. Akibat kejadian tersebut, korban berinisial AYS menderita luka sayatan di tangan kiri.

Kasi Humas Polresta Yogyakarta, AKP Timbul Sasana Raharjo mengatakan, korban setidaknya mengalami tiga luka sayatan di tangan kirinya. Luka tersebut dialami korban karena pelaku yang melakukan penganiayaan menggunakan pisau cutter.

"Korban mengalami tiga luka sayatan di tangan kiri, dengan dua bagian luka jahitan lima dan satu bagian jahitan tiga," kata Timbul, Sabtu (27/5/2023).

Korban disayat menggunakan cutter setelah pelaku memepet korban yang saat itu tengah mengendarai kendaraan roda dua. Korban pun sempat mengejar pelaku, sebelum akhirnya menuju Rumah Sakit PKU Muhammadiyah untuk mendapatkan penanganan terhadap luka yang dialaminya.

Saat ini, pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku. "Pelaku masih dalam penyelidikan," ujar Timbul. Dijelaskan, kejahatan tersebut terjadi sekitar pukul 03.30 WIB.

Awalnya, korban yang saat itu mengendarai kendaraan roda dua dari Jalan KH Ahmad Dahlan mengarah ke timur, dan sesampainya di depan Taman Pintar yakni di Jalan Senopati, kendaraan yang dikendarai korban tiba-tiba dipepet sekitar enam orang pria.

"Korban dipepet sekitar enam orang pria menggunakan sepeda motor Vario hitam dan motor Scoopy," jelasnya.

Saat berada timur halte Taman Pintar, pelaku menyabet korban menggunakan pisau cutter oleh pelaku yang membonceng. "Korban disabet oleh dua orang pelaku berbeda yang membonceng sepeda motor Vario warna hitam dan Scoopy warna krem," ungkap Timbul.

Pelaku sempat mengejar pelaku yang mengarah ke timur Jalan Sultan Agung. Namun, saat sampai di depan Hotel D'Senopati, korban kembali dan mengarah ke Jalan Mayor Suryotomo.

"Kemudian korban baru merasa perih di tangan sebelah kiri, kemudian korban ke RS PKU Muhammadiyah untuk berobat," katanya.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement