Kamis 22 Jun 2023 20:02 WIB

Jumlah Investor Saham di Jatim Meningkat, tapi Transaksi Turun Drastis

Begitu pula jumlah kepemilikan saham yang menurun 3,56 persen.

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Yusuf Assidiq
Karyawan mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)
Foto: Republika/ Tahta Aidilla
Karyawan mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 4 Jawa Timur mengungkapkan kondisi Industri Jasa Keuangan (IJK) di wilayah setempat hingga April 2023 dalam keadaan stabil, di tengah tingginya dinamika perekonomian global. Hal itu dibuktikan dengan stabilitas yang terjaga, permodalan yang solid, profil risiko tetap terjaga, dan likuiditas yang memadai.

Kepala OJK Regional 4 Jatim, Giri Tribroto menjelaskan, perkembangan IJK di Jatim menunjukkan tren positif di tiga sektor yang diawasi, yaitu perbankan, pasar modal, dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB). Kredit perbankan pada posisi April 2023 tumbuh 6,11 persen (YoY) menjadi sebesar Rp 541.684 miliar.

"Sementara itu, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat sebesar 3,26 persen (YoY) menjadi sebesar Rp 712.294 miliar sehingga LDR/FDR pada posisi April 2023 meningkat menjadi 76,05 persen," kata Giri, Kamis (22/6/2023).

Sementara itu, permodalan perbankan di Jatim terjaga di level yang solid dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) 29,19 persen. Giri menegaskan, OJK akan terus mendukung perbankan melalui langkah kebijakan yang diperlukan, sehingga perbankan terus tumbuh berkelanjutan.

Namun tetap berhati-hati dalam aspek manajemen risiko. Giri melanjutkan, kinerja pasar modal di Jatim posisi April 2023 menunjukkan peningkatan.

Jumlah investor saham menjadi 618 ribu Single Investor Identification (SID) atau tumbuh 21,90 persen secara (YoY). Kemudian investor SBN tumbuh 29,58 persen (YoY) menjadi 120 ribu SID, dan investor reksadana tumbuh 27,37 persen (YoY) menjadi 1.348 ribu SID.

Meski demikian, lanjut dia, pada posisi April 2023, nilai transaksi saham mengalami penurunan mencapai 53,75 persen (YoY) menjadi hanya sebesar Rp 14.648 miliar. Begitu pula jumlah kepemilikan saham yang menurun 3,56 persen (YoY) menjadi sebesar Rp 89.102 miliar.

Pada sektor IKNB, akumulasi pendapatan premi sektor asuransi jiwa dan asuransi umum di Jatim pada periode Januari sampai Maret 2023 sekitar Rp 3.890 miliar. Menurun 12,15 persen untuk asuransi jiwa dan 3,44 persen untuk asuransi umum secara (YoY). Total aset dana pensiun di Jatim posisi April 2023 mencapai Rp 4.143 miliar atau tumbuh sebesar 11,73 persen (YoY).

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement