Senin 17 Jul 2023 19:25 WIB

Bentuk Kekecewaaan, Warga Tulangbawang Barat Lampung Tanam Pohon Pisang di Jalan Rusak

Keberadaan jalan desa tersebut sebagai penghubung warga ke Kabupaten Waykanan.

Rep: Mursalin Yasland/ Red: Fernan Rahadi
Pengendara mobil melintas di antara jalan berlubang yang tergenang air di jalan terusan Ryacudu Jati Agung, Lampung Selatan Lampung, beberapa waktu lalu.
Foto: ANTARA FOTO/Ardiansyah
Pengendara mobil melintas di antara jalan berlubang yang tergenang air di jalan terusan Ryacudu Jati Agung, Lampung Selatan Lampung, beberapa waktu lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Warga Desa Panca Jaya, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba), Provinsi Lampung terpaksa tanam pohon pisang di sepanjang jalan rusak yang tidak pernah diperbaiki selama 41 tahun. Bentuk kekecewaan warga kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung ini setelah dipendam sejak tahun 1982 tidak pernah diperbaiki.

Aksi tanam pisang di sepanjang jalan desa ini tersecara videonya di media sosial. Sejumlah warga menanam pohon pisang secara gotong royong di jalan yang telah berlumpur. Jalan rusak terus dirasakan warga desa, karena tidak pernah ada perbaikan jalan oleh pemerintah, padahal jalan tersebut jalan penghubung ke kabupaten lain.

Baca Juga

"Ini jalan penghubung antarkabupaten, tapi jalannya dibiarkan rusak sejak tahun 1982," kata M Syamsiar, warga desa setempat, Senin (17/7/2023).

Menurut dia, keberadaan jalan desa tersebut sebagai penghubung warga ke Kabupaten Waykanan, untuk mengangkut hasil pertanian dan perkebunan. Jalan rusak menyebabkan arus kendaraan pengangkut hasil bumi terganggu, karena banyak mobil pengangkut tergelincir dan terguling.

 

Firman, warga lainnya, mengatakan kerusakan jalan yang sudah puluhan tahun tersebut penyebab utama karena banyaknya kendaraan truk perusahaan yang sarat muatan melintas jalan desa sehingga kondisi jalan rusak makin parah, apalagi pada musim hujan.

Dia mengatakan, lubang-lubang yang menganga di jalan hanya diperbaiki dengan menguruk dengan tanah sehingga badan jalan semakin tinggi oleh urukan tanah, dan saat hujan turun menjadi lumpur. "Kalau sudah lumpur banyak motor yang jatuh," kata Firman.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Lampung Muhammad Taufiqullah membenarkan ruas jalan penghubung Kecamatan Batuputih menuju Kabupaten Waykanan merupakan jalan provinsi. "Kondisinya masih belum perkerasan aspal," kata M Taufiqullah.

Mengenai perbaikan jalan rusak yang sudah berpuluh tahun tersebut, dia mengeklaim perbaikan dilakukan tersebut secara bertahap, karena kondisi dana tidak mencukupi sehingga penanganan jalan rusak terhambat.

Ruas jalan tersebut, kata dia, ada yang menjadi kewenangan Kementrian PUPR melalui Dana Inpres Jalan Daerah, dan juga ada perbaikan jalan rusak yang dibantu oleh PT PSMI dengan melakukan penimbunan lubang jalan dengan tanah. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement