Selasa 25 Jul 2023 19:37 WIB

Jurnal Hukum Unissula Terindeks Scopus, Jadi Rujukan Dosen dan Pakar Internasional

Scopus adalah salah satu database jurnal dan majalah yang terbesar.

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Yusuf Assidiq
Kampus Unissula
Foto: Unissula
Kampus Unissula

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Empat Program Studi (Prodi) Fakultas Hukum (FH) Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang kini telah terakreditasi Unggul. Masing-masing Prodi S1 Ilmu Hukum, S2 Magister Ilmu Hukum, Magister Kenotariatan (MKn), dan Program Doktor Ilmu Hukum (PDIH),

Dekan Fakultas Hukum (FH) Unissula, Dr Bambang Tri Bawono mengatakan, saat ini semua Program Studi (Prodi) FH Unissula telah terakreditasi Unggul Badan Akreditsi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

“Bahkan telah terakreditasi internasional dengan nilai Premier dari Badan Akreditasi Internasional, Accreditation Service of International School, Colleges & University (ASIC),” jelasnya, di sela tasyakuran akreditasi unggul dan jurnal internasional FH terindeks Scopus serta santunan anak yatim, di kampus Unissula, Semarang, Selasa (25/7).

Untuk jurnal bereputasi internasional, jelas Bambang, Unissula juga sudah terindeks Scopus sejak 6 Maret 2023. Sedangkan enam jurnal lainnya terakreditasi nasional.

 

Masing-masing Jurnal Pembaharuan Hukum (SINTA 2), International Journal of Law Reconstruction (SINTA 2), Jurnal AKTA (SINTA 2), Law Development Journal (SINTA 3), Jurnal Daulat Hukum (SINTA 4), dan Sultan Agung Notary Law Review (SINTA 5).

Untuk itu, jurnal yang dimililiki Unissula kini digunakan bagi para dosen untuk mempublikasikan paper mereka. Scopus adalah salah satu database jurnal dan majalah yang terbesar dan diindex memiliki kualitas tinggi.

Sehingga tidak sedikit mereka yang menulis di jurnal ilmiah di Unissula tersebut, mengantarkan penulisnya menjadi guru besar atau profesor. Termasuk menambah literasi mahasiswa terkait dengan perkembangan hukum yang ada.

“Maka FH Unissula semakin hari semakin dipercaya. Termasuk jurnal yang kita miliki jadi rujukan untuk pemuatan jurnal ilmiah,” jelasnya.

FH Unissula, masih kata Bambang, juga dijadikan sebagai rujukan dari kampus lain, seperti Universitas Indonesia (UI) untuk belajar terkait dengan Laboratorium Akta dan Laboratorium Manajeman Kantor Notaris PPAT yang ada di MKn Unissula.

Sejak didirikan pada 1963, FH Unissula dan telah meluluskan 11.527 orang ini juga menjadi rujukan untuk kuliah dan studi banding dari kampus lain. Termasuk juga telah memberikan gelar Profesor Kehormatan pada sejumlah tokoh di Indonesia.

FH Unissula juga selalu berbenah dan terus mengupdate untuk menjadi lembaga pendidikan tinggi yang berkualitas. “Alhamdulillah, dukungan dari rektor dan Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA) juga luar biasa, hingga Unissula menjadi seperti yang sekarang ini,” jelas dia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement