Sabtu 29 Jul 2023 07:48 WIB

Mark Zuckerberg Beberkan Threads Kehilangan Separuh Penggunanya

Dia mengantisipasi retensi untuk meningkatkan fitur baru yang ditambahkan ke aplikasi

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Fernan Rahadi
Pengguna mengakses halaman login aplikasi media sosial Threads di Los Angeles, California, AS, Kamis (6/7/2023). Meta meluncurkan aplikasi barunya Threads yang berfungsi sebagai pendamping Instagram dan merupakan pesaing langsung Twitter Elon Musk.
Foto: EPA-EFE/ETIENNE LAURENT
Pengguna mengakses halaman login aplikasi media sosial Threads di Los Angeles, California, AS, Kamis (6/7/2023). Meta meluncurkan aplikasi barunya Threads yang berfungsi sebagai pendamping Instagram dan merupakan pesaing langsung Twitter Elon Musk.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bos Meta Mark Zuckerberg mengatakan platform media sosial barunya, Threads, telah kehilangan lebih dari separuh penggunanya. Saingan Twitter ini meroket menjadi lebih dari 100 juta pengguna dalam waktu lima hari setelah peluncurannya awal bulan ini.

Namun, Zuckerberg mengaku jumlah tersebut telah merosot tajam. "Jika Anda memiliki lebih dari 100 juta orang yang mendaftar, idealnya akan luar biasa jika mereka semua atau bahkan setengahnya bertahan. Kami belum sampai di sana," kata Zuckerberg, dilansir BBC, Sabtu (29/7/2023).

Baca Juga

Komentar tersebut dilontarkan selama panggilan karyawan. Dia mengantisipasi retensi untuk meningkatkan fitur baru yang ditambahkan ke aplikasi.

Threads dikritik karena fungsionalitas terbatas saat diluncurkan. Sejak itu, Meta telah menambahkan fitur baru, seperti feed Following dan For You yang terpisah dan meningkatkan cakupan untuk menerjemahkan postingan ke dalam bahasa yang berbeda.

 

Chief product officer perusahaan, Chris Cox, mengatakan fokus perusahaan sekarang untuk menarik pengguna kembali ke platform dengan memastikan pengguna Instagram bisa melihat Threads.  Kedua platform ini berkaitan erat. Sebab, untuk mendaftar Threads, pengguna harus memiliki akun Instagram.

Zuckerberg juga menyinggung soal taruhan besar perusahaan pada dunia realitas virtual yang belum dibuat, yaitu Metaverse. Bekerja pada teknologi augmented reality (AR) dan virtual reality (VR) akan menggerakkannya sesuai rencana.

Prediksi itu dapat meningkatkan kekhawatiran bahwa Meta telah mendedikasikan terlalu banyak waktu dan uang untuk Metaverse. Divisi Reality Labs yang memproduksi headset VR dan produk lainnya, telah merugi miliaran dolar.

Perusahaan secara keseluruhan terus berkinerja baik secara finansial. Pada pekan ini, perusahaan mengumumkan menghasilkan keuntungan 7,79 miliar dolar AS pada kuartal terakhir.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement