Ahad 30 Jul 2023 06:29 WIB

Sejumlah Harimau Hasil Konflik dengan Manusia Dipulihkan di Taman Safari

Harimau yang telah pulih tidak bisa dikembalikan lagi ke alam liar.

Rep: Shabrina Zakaria/ Red: Yusuf Assidiq
Seekor harimau sumatera (Panthera trigis sumatrae)
Foto: ANTARA/Muhammad Arif Pribadi
Seekor harimau sumatera (Panthera trigis sumatrae)

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Taman Safari Indonesia menampung dan memulihkan sejumlah harimau Sumatra hasil konflik dengan manusia. Beberapa di antaranya ditemukan dalam kondisi mengenaskan seperti diracun atau terjerat perangkap.

General Manager (GM) Taman Safari Bogor, Emeraldo Parengkuan, menyebutkan ada sembilan ekor harimau Sumatra yang berada di Taman Safari, yang merupakan hasil titipan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk dipulihkan. Namun, harimau yang telah pulih tidak bisa dikembalikan lagi ke alam liar.

“Jadi pemerintah, BKSDA, menitipkan pada kami, karena yang hasil konflik ini tidak mungkin dikembalikan ke hutan. Ada yang sudah diracun jadi cacat, diperangkap, kakinya jadi  tiga, dia tidak akan survive lagi di hutan,” kata Emeraldo ketika ditemui Republika di Taman Safari Cisarua, Kabupaten Bogor, Sabtu (29/7/2023).

Emeraldo menjelaskan, harimau hasil konflik yang ada di Taman Safari berjenis kelamin betina dan jantan. Harimau hasil konflik ini kemudian dikawinkan untuk pelestarian harimau Sumatra.

Menurut Emeraldo, pelestarian harimau Sumatra dari harimau hasil konflik ini tergolong sukses. Di mana pada beberapa bulan lalu ada anakan harimau Sumatra yang lahir dan saat ini sedang dipantau perkembangannya.

“Lalu anak-anaknya yang kita programkan untuk dilepasliarkan, kalau (indukan) yang hasil konfliknya sendiri tidak mungkin lagi (dilepasliarkan) karena menurut ahli dia sudah trauma,” jelasnya.

Lebih lanjut, Emeraldo menyebutkan, harimau yang dipulihkan di Taman Safari memiliki tingkat keparahan yang berbeda-beda. Dua di antaranya yang menurutnya paling parah ialah harimau yang diracun dan dijerat kakinya.

“Yang diracun sudah pulih, dulu pada saat kita temukan, kalo telat saja satu hari sudah pasti mati. Karena waktu ditemukan sudah sangat kurus, pupil matanya sudah keluar karena diracun,” kata dia.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement