Selasa 12 Sep 2023 09:19 WIB

FOZ Tunggu Lampu Hijau Maroko Kirimkan Bantuan Kemanusiaan

Maroko kabarnya masih belum menerima bantuan secara internasional.

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Yusuf Assidiq
Seorang pria berdiri di samping hotel yang rusak pasca gempa di desa Moulay Brahim, dekat pusat gempa, di luar Marrakesh, Maroko, Sabtu, (9/9/2023).
Foto: AP Photo/Mosa'ab Elshamy
Seorang pria berdiri di samping hotel yang rusak pasca gempa di desa Moulay Brahim, dekat pusat gempa, di luar Marrakesh, Maroko, Sabtu, (9/9/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Negara Maroko diguncang gempa hebat pada Jumat (8/9/2023) malam. Berdasarkan berita terbaru, lebih dari 2.000 jiwa melayang akibat bencana alam ini.

Melihat kesedihan dan kesengsaraan yang melanda masyarakat di negara tersebut, lembaga filantropi dan zakat Indonesia tak tinggal diam. Forum Zakat (FOZ) selaku wadah berhimpunnya Badan Amil Zakat (BAZ) dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) pun ikut bergerak, mencoba mengumpulkan dan mengirimkan bantuan ke Maroko.

Pengurus Forum Zakat Bidang Sinergi Kerja Sama, Komaludin, menyebut pihaknya telah berkomunikasi dengan KBRI Rabat terkait kondisi terkini. Kabarnya, saat ini Maroko masih belum membuka diri untuk menerima bantuan dari internasional atau secara massif.

"Sampai saat ini kabarnya masih belum menerima bantuan secara internasional. Bantuan baru terbatas dari negara-negara tetangga atau sifatnya G2G, seperti Spanyol dan Arab Saudi," kata dia saat dihubungi Republika, Senin (11/9/2023).

 

Meski demikian, pihak Maroko disebut bersedia membuka kesempatan apabila KBRI Rabat hendak mengirimkan bantuan ke negara tersebut. KBRI diminta untuk mengirimkan daftar bantuan yang akan dikirimkan.

Langkah ini dinilai tidak umum, mengingat biasanya negara atau pihak penerima bantuanlah yang mengirimkan daftar permintaan bantuan yang dibutuhkan. Hal ini mengingat karena mereka yang mengetahui seperti apa kebutuhan di lapangan.

"Di sisi lain ini mulai menemukan titik terang untuk bisa membantu di daerah terdampak di Maroko. Sampai saat ini kami masih wait and see, menunggu perkembangan, sampai 2-3 hari ke depan," lanjut Komaludin.

Anggota Forum Zakat, ujar dia, sudah terbiasa dengan konteks kolaborasi. Penggalangan dana yang dilakukan oleh tiap-tiap lembaga nantinya akan dihimpun menjadi satu, yang kemudian dikirim ke lokasi bantuan dengan satu nama, bisa pemerintah Indonesia atau FOZ tergantung teknisnya.

Apabila nantinya Maroko benar-benar tidak membuka penerimaan bantuan dari internasional, rencananya bantuan yang sudah dikumpulkan akan diberikan melalui KBRI Rabat. Hal ini bisa berupa uang maupun barang, mengikuti hasil teknis pembahasan selanjutnya.

Terkait bantuan yang hendak diberikan, biasanya menyasar pada kebutuhan satu pekan ke atas, serta mengikuti hasil asesmen di lapangan.

Adapun beberapa contoh bantuan yang biasa dikirimkan untuk bantuan bencana alam adalah makanan siap saji atau voucher yang bisa digunakan oleh penerima manfaat untuk membeli kebutuhan mereka sendiri. Voucher tersebut bisa digunakan 1 hingga 3 bulan setelah dikeluarkan.

Kepada masyarakat, ia pun mengajak untuk ikut berdonasi dan membantu meringankan kesedihan yang dialami masyarakat Maroko. Bangsa Indonesia seharusnya peduli terhadap siapapun yang terdampak bencana.

"Anggota FOZ insya Allah akan menggalang dana untuk Maroko. Nanti untuk bantuannya, apakah barang atau uang, akan dibicarakan dengan KBRI Rabat," kata dia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement