Selasa 26 Sep 2023 19:35 WIB

171 Kebakaran Terjadi di Bantul Sepanjang Kemarau, Kerugian Miliaran Rupiah

Masyarakat diimbau hindari pembukaan lahan dengan cara pembakaran pohon.

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Yusuf Assidiq
Ilustrasi Kebakaran Hutan
Foto: Foto : MgRol112
Ilustrasi Kebakaran Hutan

REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, DIY, mencatat sebanyak 171 kejadian kebakaran selama musim kemarau hingga 26 September 2023.

Kabid Pemadam Kebakaran BPBD Bantul, Irawan menjelaskan, selama 2023, terdapat 233 kejadian kebakaran yang ditangani Damkar. Rinciannya, 200 kejadian di Bantul dalam wilayah manajemen kerja (WMK), 16 kejadian di luar WMK, dan 17 kejadian di luar wilayah Bantul.

Sedangkan pada musim kemarau, jumlah kejadian kebakaran tercatat  171 kejadian. "Jumlah penanganan kebakaran di musim kemarau, Juni-September update 26 September 2023 ada 171 kejadian, dengan 79 kejadian disebabkan oleh membakar sampah," ujar Irawan kepada Republika, Selasa (26/9/2023).

Akibat ratusan kebakaran itu, jumlah kerugian yang dialami masyarakat mencapai miliaran rupiah. Damkarmat BPBD Bantul mencatat, jumlah kerugian akibat kebakaran per 26 September 2023 pukul 12.00 WIB yaitu Rp 3.536.725.000 untuk Kabupaten Bantul (dalam WMK), Rp 72 juta (di Bantul luar WMK) dan Rp 1.132.000.000 (di luar wilayah Bantul).

Mengingat risiko besarnya terjadi kebakaran selama musim kemarau dan darurat sampah ini, BPBD Bantul telah membuat imbauan yang disebarluaskan melalui beragam media sosial.

Hal-hal yang disosialisasikan antara lain hindari pembukaan lahan dengan cara pembakaran pohon, kayu, rumput yang sudah lapuk, pastikan instalasi listrik rumah sesuai dan aman dari bahaya korsleting, dan berikan jarak pada benda yang mudah terbakar apabila memasak dengan tungku kayu/tradisional agar tidak ada perambatan api.

"Dan jangan meninggalkan api pembakaran material sampah sebelum dipastikan padam," kata dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement