Senin 02 Oct 2023 15:43 WIB

Berlangsung 8-14 Oktober, Jogja Book Fair Tawarkan Diskon Hingga 80 Persen

Sejumlah sastrawan nantinya turut hadir di JBF kali ini.

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Yusuf Assidiq
Pameran buku (ilustrasi)
Foto: Republika TV
Pameran buku (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Jogja Book Fair (JBF) kembali hadir pada 8-14 Oktober 2023 mendatang setelah sempat vakum beberapa tahun. JBF merupakan satu di antara program Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) DIY yang rutin digelar tahunan.

Pada tahun ini, JBF hadir dengan mengusung tema 'Merawat Bumi dan Akal Melalui Literasi'. IKAPI bekerja sama dengan Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) 2023 dan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY.

"Kalau biasanya JBF diselenggarakan IKAPI sendiri, kali ini melibatkan beberapa lembaga, dan ini menjadi poin pentingnya. Artinya, dapat kita lihat, Pemda DIY, Disbud DIY, pustakawan, seniman, budayawan, dan penulis memiliki kepentingan dan andil dalam perbukuan di Yogyakarta yang ditunjukkan dalam perhelatan ini,” kata Ketua IKAPI DIY, Wawan Arif, Senin (2/10/2023).

Wawan mengatakan, dukungan paling besar datang dari FKY 2023. JBF menjadi bagian dari rangkaian penyelenggaraan FKY 2023 melalui mata acara Peristiwa Sastra. Sejumlah sastrawan nantinya akan turut hadir di JBF kali ini.

“Selain acara pendukung yang diselenggarakan panitia dan beberapa penerbit, beberapa sastrawan, penulis, peneliti yang sudah konfirmasi hadir, di antaranya Joko Pinurbo, Afrizal Malna, Puthut EA, Muhidin M.Dahlan, Paksi Raras Alir, Irfan Afifi, Hasta Indriyana, Yusi Avianto Pareanom, Elizabeth D Inandiak, Fahrudin Faiz, Eko Triono, Iqbal Aji Daryono, Indrian Koto, dan lain sebagainya,” kata Ketua JBF 2023 Yusuf Efendi.

Yusuf menjelaskan, beberapa acara yang telah disusun, antara lain, bedah buku, wisata buku, temu penulis, peluncuran buku, Angkringan Jokpin, Dramatic Reading, wicara sastra, dan bazar buku.

Koordinator Bazar Buku JBF 2023, Sheny Kristanto menambahkan, terkait Bazar Buku, sudah ada ratusan penerbit yang bergabung. Antusiasme penerbit dapat dilihat dari besaran diskon yang diberikan kepada pembeli yang mencapai 80 persen.

“Banyak penerbit yang antusias, tapi kami punya keterbatasan tempatnya. Jadi terpaksa harus melakukan seleksi. Mereka bahkan berani memberikan diskon sampai 80 persen dan obral buku mulai Rp 5,000. Selain buku regular, juga akan ada buku-buku lawasan,” ujar Sheny.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement